Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

tell

Hari akan habis sedetik demi sesetik ku lalui dalam beragai kelakuan dan peristiwa yang terjadi.. aku merasa ada sesuatu yang belum biaa kumunculkan.. sesuatu itu menggangguku drngan bwrmacam pikiran dan krumitan hati, hingga aku  tak mengerti bagaimana untuk berpikit jernih.. mah.. ada sesuatu yang membuatku gundah namun aku tahu tasa ini tak harus diketahui tak perlu membuatmu menjadi lebih khawatir lagi.... rasanya aku ingun punya kebiasaan  seperti kecil dulu.. yang bercerita dwngan semua keluguanku.. ketika ku katakan suka pada seaeorang.. ketika aku sedih dan belum mengwrti apapun.. aku ibgin ada yang mendengar ceritaku.. bagaiman kisahku. tapi aku tak bisa seperti ini karena aku tak ingin mrmbuat orang lain lebih terluka lagi. mah.. aku tak khawatir akan rizki dan jofoh maupun umur, aku percaya allah telah menjamin itu pasaku.  sebenarnya bukan tak ada cinta yang datang padaku.. aku hanya takut tak menyadarinya dulu.. tapi kini aku sadar harus ada orang yang akan s...

Hikayat

inilah air mata... kenapa mata mengeluarkannya, ibu,, (ucapku) kusentuh wajahnya, lalu kuusap air yang mengalir dipipinya . ibu mulai menangis,, bagaimana bisa "pikirku" ada apa bu,? apa mengalirnya membuatmu bahagia, aku hanya terheran menatap wajah pilumu bu, ibu masih diam melihat dirinya dicermin," sakhla, ibu in masih pantaskah menangis? dengan wajah yang telah keriput dan usia yang tak lagi muda, apa menurutmu ibu masih harus seperti ini, ? "tidak ibu.. ", ibu tidak boleh seperti ini, ada apa dengan mu, ibu selalu pantas melakukan semuanya. ibu orang hebat, jika menangis mrnyembuhkan kesedihanmu, biarlah kutampung air mata yang mengalir dari dua kelopak itu," aku mendekap erat tubuh ibu, menguatkannya... " tersenyumlah ibu". *********** ayah... desahku, .. ibu masih belum siap menghadirkannya dikehidupan kami. dan sampai saat ini, aku tak berani lagi menanyakannya. nampak jelas pilu yang ibu simpan sejak lama, walau hatiku menanyakan keje...