inilah air mata... kenapa mata mengeluarkannya, ibu,, (ucapku) kusentuh wajahnya, lalu kuusap air yang mengalir dipipinya . ibu mulai menangis,, bagaimana bisa "pikirku" ada apa bu,? apa mengalirnya membuatmu bahagia, aku hanya terheran menatap wajah pilumu bu, ibu masih diam melihat dirinya dicermin," sakhla, ibu in masih pantaskah menangis? dengan wajah yang telah keriput dan usia yang tak lagi muda, apa menurutmu ibu masih harus seperti ini, ? "tidak ibu.. ", ibu tidak boleh seperti ini, ada apa dengan mu, ibu selalu pantas melakukan semuanya. ibu orang hebat, jika menangis mrnyembuhkan kesedihanmu, biarlah kutampung air mata yang mengalir dari dua kelopak itu," aku mendekap erat tubuh ibu, menguatkannya... " tersenyumlah ibu".
***********
ayah... desahku, .. ibu masih belum siap menghadirkannya dikehidupan kami. dan sampai saat ini, aku tak berani lagi menanyakannya. nampak jelas pilu yang ibu simpan sejak lama, walau hatiku menanyakan kejelasannya namun sekarang semua hanya ada fatamorgana.. aku melupakannya..
aneh sekali.. sudah lama sang suara indah tak terdengar kabar.. entah beberapa bulan ini. aku selalu melihat celah terbuka ventilasi tapi tak ku temukan sosoknya, hanya terdengar suara derap kaki, kemanakah ia???.. hujan rintik datanglah, aku ingin melihatnya, bawa hatinya merindu
**********
Lelaki tampan itu masih sama.. berbaju merah dengan setelan celana hitamnya. ada sebuah topi bulat dikepalanya, dan ia menggendong tas. ia gagah dengan wajah yang tenang dan sedap dipandang, sudah tiga bulan dia datang kekota kecil ini.. orang baru nampaknya, banyak gadis yang melihatnya terpesona. tapi belum ada yang tahu siapa dia dan dari mana.. . . sepertinya ia perantau yang kebetulan singgah atau ada sesuatu yang ingin ia temukan.. ..... entah... entahlah!!!
*************
"Alan... alan" terdengar suara anak remaja berteriak ketika melihat pemuda itu sedang mengambil tasnya hendak pergi, seketika ia menoleh, mencari arah suara sambil tetsenyum, lesung pipit nampak terukir di kedua pipinya.. wajah berseri itu membuat siapa pun tak ingin lepas melihatnya, wajah yang tak dapat membosankan. ya... anak remaja itu mendekatinya...
***********
ayah... desahku, .. ibu masih belum siap menghadirkannya dikehidupan kami. dan sampai saat ini, aku tak berani lagi menanyakannya. nampak jelas pilu yang ibu simpan sejak lama, walau hatiku menanyakan kejelasannya namun sekarang semua hanya ada fatamorgana.. aku melupakannya..
aneh sekali.. sudah lama sang suara indah tak terdengar kabar.. entah beberapa bulan ini. aku selalu melihat celah terbuka ventilasi tapi tak ku temukan sosoknya, hanya terdengar suara derap kaki, kemanakah ia???.. hujan rintik datanglah, aku ingin melihatnya, bawa hatinya merindu
**********
Lelaki tampan itu masih sama.. berbaju merah dengan setelan celana hitamnya. ada sebuah topi bulat dikepalanya, dan ia menggendong tas. ia gagah dengan wajah yang tenang dan sedap dipandang, sudah tiga bulan dia datang kekota kecil ini.. orang baru nampaknya, banyak gadis yang melihatnya terpesona. tapi belum ada yang tahu siapa dia dan dari mana.. . . sepertinya ia perantau yang kebetulan singgah atau ada sesuatu yang ingin ia temukan.. ..... entah... entahlah!!!
*************
"Alan... alan" terdengar suara anak remaja berteriak ketika melihat pemuda itu sedang mengambil tasnya hendak pergi, seketika ia menoleh, mencari arah suara sambil tetsenyum, lesung pipit nampak terukir di kedua pipinya.. wajah berseri itu membuat siapa pun tak ingin lepas melihatnya, wajah yang tak dapat membosankan. ya... anak remaja itu mendekatinya...
Komentar
Posting Komentar