CHAPTER 11 Dalam ruangan itu, keadaan Cloud tak baik, ia menggigil memegangi kepalanya dengan tangan kiri dan tangan kanannya mencengkram tanganku. "tak apa Cloud aku menemanimu" kataku. "kepalaku sakit rey, pertengkaran itu terjadi, disana Ibu menangis dan ayah marah mengelak dari tuduhan Ibu. Saat itu dia pergi dengan kebencian dan ayah akan menyesal selamanya, Cloud menirukan perkataan ibunya, ia menangis. "Bangun cloud, sadarlah! kita akan membongkar semuanya, aku yakin Ayahmu benar, ubah semuanya Seperti dulu, kamu lebih baik darinya. teriakanku memekakkan telinga di ruang minimalis itu. Dia bangkit, "aku bisa rey, lebih baik ! katanya. kulihat semangat di wajahnya, ia berdiri melihat setiap sudut ruangan itu, didekatinya pintu brangkas, ia paksa buka. Bibi sedang merapikan kasur, "makanan sudah tersedia di meja Nona, Maaf Bibi bersihkan badannya" Bibi menatapku yang hanya terdiam, dengan badan yang masih terbaring. Hati...
" KITA HARUS BERDAMAI DENGAN HARI, MENEMUI KEMBALI PAGI, HINGGA MENYADARI, SATU HARI TELAH TERLEWATI LAGI " (Marissa)