Langsung ke konten utama

Nabi Akhir Zaman

Ya Habibi.. Ya Rasulallahu...


" Ya Rasulullah, padamu ... "
"  Aku malu dan rindu... "
Dua kalimat, hanya dua saja, tapi ketika dibaca dengan hati yang dipenuhi iman dan rasa cinta, melelehkan air mata kerinduan yang amat dalam. Coba kamu baca pelan-pelan, teliti gambar itu dengan seksama, sambil menutup mata dengan berulang-ulang membaca sholawat kepada Nabi akhir zaman yang mulia. Adakah desiran rindu didalam seonggok daging yang bernama hati itu padamu?...

Baginda nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib, ibunya Sayyidah Aminah yang tercinta, Istri yang paling dicintainya sayyiddah Khadijah yang mulia, khumairo kesayangannya sayyidah Aisyah yang cerdas dan semua istrinya adalah ummul mu'minin yang terhormat.

Ya habibi, Ya Rasulullah,
Ketika banyak ujian yang menerpa diri, betapa malu aku merasa ujian ini sangat berat, sedangkan engkau ya habibi, dari semenjak kecil, diusia 2 bulan sudah diberikan ujian, kemudian ujian itu bertambah berat seiring bertambahnya usia, bahkan semakin bertambah berat ketika digua itu engkau bertemu sang penyampai wahyu malaikat jibril utusan Rabb semesta alam.

Andai saja aku diberi kesempatan, walau sedetik saja bahkan jika didalam mimpi sekalipun untuk bertemu denganmu ya Rasulullah, kan ku kejar dengan segenap harapan dan cinta yang membuncah. Rabbi, Allahuma Shalli alaa Sayyidina Muhammad, wa alaa aali sayyidina Muhammad.

Ya Habibi..
Tak ada yang pernah meragukan kejujuranmu dan betapa luhurnya akhlaqmu, bahkan itu terjadi sebelum namamu disandingkan dalam syahadat. Al-amiin seantero mekkah mengenalmu dengan sebutan itu, Muhammad dari bani hasyim yang terkemuka kala itu, putra dari suku yang dihormati.

Wahai Baginda Nabi, aku tak pernah hidup membersamaimu dalam setiap kejadian yang tertulis dalam shiroh, tapi setiap membaca dan mendengar perjuanganmu dengan para sahabat untuk menegakan agama Allah, rasa iri menyusup dalam hati, ingin rasanya menjadi bagian dari  para sahabatmu yang mulia. Tapi hanya harap doa yang bisa ku ucapkan sekarang, setidaknya semoga aku menjadi penerima syafaatmu dan ikut dalam barisan bersamamu di yaumil akhir nanti. aamiin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Season 8

CHAPTER 8 Air hangat ini kembali mengalir, bukan tangisan, bukan kelopak yang menjatuhkannya, "apa ini? aku terbangun dalam keheningan malam, ada handuk di atas kepala dan Bibi disampingku. ketika melihat sekeliling, "kemana ibu?" tanyaku. Bibi hanya mengulas senyuman wajah, "nona jangan khawatir, Istirahatlah dengan baik, demam Nona agak menurun sekarang, jangan terlalu banyak berpikir" ucap Bibi. "Sedih sekali tak kutemukan sosokmu ibu, aku hanya terdiam melihat bunga dalam vas itu telah layu sedikit demi sedikit, teriak batinku Yang Pilu mengalirkan air mata. Kenapa Ibu tak pernah datang? Ibu kembalilah aku merindukanmu. Kesunyian lain masih menyelimuti Cloud  yang sudah terdiam cukup lama, kali ini ia sedang berjuang keras, melawan kesedihan yang menerpanya agar tak terlihat oleh Rey. "Hari itu dia ukir banyak gambar, kau sudah melihatnya beberapa rey, dalam pagar itu. Cloud mulai tersendat bicara, sesekali ia berbalik menyeka air mat...

Hasbunallahu wa ni'mal wakil..

Hakikat dzikir hasbunallah wanikmal wakil nikmal Maula wanikman Nasir  Jika kita mengamalkan zikir ini, kegundahan hati yang tengah kita rasakan akan segera hilang. Jika dilaksanakan dengan Istiqomah penuh kesungguhan, setelah selesai salat fardhu usahakan membacanya minimal 100 kali. Jika kamu rajin salat malam, bacalah zikir tersebut disertai doa memohon pertolongan kepada Allah agar kegundahan hati bisa hilang secepatnya. Bacaan Ini mengandung arti "cukuplah Allah pelindung kami, dia sebaik-baik wakil yang kami dambakan Dan dia sebaik-baik penolong yang kami harapkan". Memiliki manfaat yang sangat dahsyat, tidak saja ketentraman hati serta luasnya Rizki tetapi juga bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta tawakal kita kepada Allah maka kita akan dianugerahi kesanggupan mengamati dan menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah Ketika konsisten membacanya, kualitas keimanan dan ketakwaan kita akan terus mengalami peningkatan. Tidak hanya percaya dalam lisan ...

Fatimah az-Zahra

Hal yang menjadikan hari "perpisahan"  Fatimah az-zahra adalah seorang yang menjadi ruh bagi Syair Rasulullah. Dalam menanggung kepedihan yang menindih begitu berat di atas punggung jiwanya, terlantunlah bait-bait puisi darinya. Di hari itu, terguncang seisi alam raya... Padam sudah cahaya mentari di siang hari... Seluruh peredaran waktu di masa awal dan akhir telah menghitam... Setelah Baginda Muhammad Al Mustofa wafat meninggalkan dunia  Hancur menjadi pasir yang menumpuk karena kedahsyatan goncangan kepedihan yang melanda Dan kini, biarlah seluruh penjuru kota di belahan Barat dan Timur menangis kepadanya  Biarlah seluruh penduduk kabilah mudar dan nyaman berduka nestapa  Namun apalah guna? Karena Perpisahan denganmu, tergambarlah sosok dirimu dalam linangan air mata Jerit sedih Fatimah hampir saja membuatnya lupa untuk menuturkan bagian bait dari puisinya Sedemikian musibah mengguyur diriku, Jika saja kepedihan...