Langsung ke konten utama

Season 10

CHAPTER 10

Disudut waktu yang lain, Kini terbaring gadis lemah dalam keterbatasannya, tak ada lagi tawa yang menghiasi hidupnya, gaun yang dipakainya sudah semakin lusuh, begitupun raut cantiknya seakan memudar, tapi sekarang harapan yang ada di hatinya semakin mengecil, semangatnya mulai menipis. Waktu terus berlalu, Rey dan Cloudpun sedang bingung apa yang terjadi sebenarnya, gambar-gambar itu apa artinya?

Ditempat sama, lelaki itu masih menangis dan terbaring dengan tetesan air mata mendekap tanah yang gundul, "kekasihku bicaralah, telah lama kunantikan pertemuan kita, tolong maafkan Aku" tersedu-sedu ia menangis, "aku disini, takkan ku lakukan kesalahan lagi, aku janji, Bicaralah, kita akan tinggal bersama disini, merajut kembali kebahagiaan". Tangisan lelaki itu menyayat hati, dalam keheningan rincikan air dan sepoyan angin.

" Cloud satu-satunya cara untuk membongkar misteri ini, kita harus melihatnya di kamar ayahmu, kita harus membukanya". Kata Rey, Cloud membenarkan ucapanku, segera ia Tunjukkan kamar ayahnya, tempat yang Hening di atas lantai 2, terasa kahampaan saat berjalan di koridor kecil, berkarpet hijau keemasan yang menuju sebuah pintu perak.

Terdapat ukiran anak laki-laki yang memanjat tangkai bunga tulip, di atasnya, bocah perempuan manis menunggu Bintang bersinar di antara mereka, amat bahagia. aku mulai mendekati meneliti di mana Kuncinya, tak terlihat lobang kunci bahkan gagang pintu. "perhatikan lebih seksama, Lihatlah gambar-gambar itu, mereka kuncinya. 

Cloud mulai mendekati gambar sebuah bintang paling kecil diantara yang lain, jauh dibelakang yang lainnya dengam berwarna biru. Cloud meniupnya, dan ada lubang kecil di sana tertutup debu. "tapi sekarang di mana Kuncinya? "aku kuncinya Rey, Cloud meletakkan jarinya di Lubang itu, hingga terdengar kunci berputar dari dalam. 

Seketika aku terheran melihat banyak keanehan di rumah ini, "bukankah kau bilang, pintu ini di gembok dan dikunci dengan rantai?, kata Cloud, "ketakutanku lah rantainya dan aku sendirilah Gemboknya Rey, kalau aku mau, dari dulu sudah kubuka, tapi tak mampu. Aku takut". Maaf Cloud, Ayo kita cari tahu sekarang, dia masih diam ragu. "apa menurutmu aku siap?" perkataan Cloud sungguh mengagetkan, aku mengerti sekarang, Dirinya mengalami masa yang sulit, tangannya dingin."kau sudah sangat siap, kutuntun dia memasuki ruangan.

Next to season 11

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Season 8

CHAPTER 8 Air hangat ini kembali mengalir, bukan tangisan, bukan kelopak yang menjatuhkannya, "apa ini? aku terbangun dalam keheningan malam, ada handuk di atas kepala dan Bibi disampingku. ketika melihat sekeliling, "kemana ibu?" tanyaku. Bibi hanya mengulas senyuman wajah, "nona jangan khawatir, Istirahatlah dengan baik, demam Nona agak menurun sekarang, jangan terlalu banyak berpikir" ucap Bibi. "Sedih sekali tak kutemukan sosokmu ibu, aku hanya terdiam melihat bunga dalam vas itu telah layu sedikit demi sedikit, teriak batinku Yang Pilu mengalirkan air mata. Kenapa Ibu tak pernah datang? Ibu kembalilah aku merindukanmu. Kesunyian lain masih menyelimuti Cloud  yang sudah terdiam cukup lama, kali ini ia sedang berjuang keras, melawan kesedihan yang menerpanya agar tak terlihat oleh Rey. "Hari itu dia ukir banyak gambar, kau sudah melihatnya beberapa rey, dalam pagar itu. Cloud mulai tersendat bicara, sesekali ia berbalik menyeka air mat...

Hasbunallahu wa ni'mal wakil..

Hakikat dzikir hasbunallah wanikmal wakil nikmal Maula wanikman Nasir  Jika kita mengamalkan zikir ini, kegundahan hati yang tengah kita rasakan akan segera hilang. Jika dilaksanakan dengan Istiqomah penuh kesungguhan, setelah selesai salat fardhu usahakan membacanya minimal 100 kali. Jika kamu rajin salat malam, bacalah zikir tersebut disertai doa memohon pertolongan kepada Allah agar kegundahan hati bisa hilang secepatnya. Bacaan Ini mengandung arti "cukuplah Allah pelindung kami, dia sebaik-baik wakil yang kami dambakan Dan dia sebaik-baik penolong yang kami harapkan". Memiliki manfaat yang sangat dahsyat, tidak saja ketentraman hati serta luasnya Rizki tetapi juga bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta tawakal kita kepada Allah maka kita akan dianugerahi kesanggupan mengamati dan menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah Ketika konsisten membacanya, kualitas keimanan dan ketakwaan kita akan terus mengalami peningkatan. Tidak hanya percaya dalam lisan ...

Fatimah az-Zahra

Hal yang menjadikan hari "perpisahan"  Fatimah az-zahra adalah seorang yang menjadi ruh bagi Syair Rasulullah. Dalam menanggung kepedihan yang menindih begitu berat di atas punggung jiwanya, terlantunlah bait-bait puisi darinya. Di hari itu, terguncang seisi alam raya... Padam sudah cahaya mentari di siang hari... Seluruh peredaran waktu di masa awal dan akhir telah menghitam... Setelah Baginda Muhammad Al Mustofa wafat meninggalkan dunia  Hancur menjadi pasir yang menumpuk karena kedahsyatan goncangan kepedihan yang melanda Dan kini, biarlah seluruh penjuru kota di belahan Barat dan Timur menangis kepadanya  Biarlah seluruh penduduk kabilah mudar dan nyaman berduka nestapa  Namun apalah guna? Karena Perpisahan denganmu, tergambarlah sosok dirimu dalam linangan air mata Jerit sedih Fatimah hampir saja membuatnya lupa untuk menuturkan bagian bait dari puisinya Sedemikian musibah mengguyur diriku, Jika saja kepedihan...