Langsung ke konten utama

Tantangan 2

Assalamualaikum readers...

Diawali dengan betapa bingungnya penulis membuat kata dengan kata, merangkai menjadi sebuah prosa bermakna, hingga hati terbesit membuat kalimat yang memikat, agar kelak dapat bermanfaat bagi umat.

Jujur ya readers, sebenarnya diri ini masih bingung, ke arah mana penulisan yang dilakukan berujung. Entah singgahnya di fiksi atau non fiksi, karena menulis itu bagi saya punya kesenangan tersendiri bukan dianggap keharusan. 

Biasanya yang paling sering dilakukan adalah mereview bebas berbagai video yang disukai, atau membuat kisah dari berbagai pengalaman yang saya temui dilingkungan pergaulan, atau membuat cerita hikmah dari pengalaman saya atau pengalaman orang-orang hebat disekitar lingkup perjalanan.

Pertama kali berkeinginan untuk menulis saat lepas dari SMA, ketika tinggal tidak bersama orang tua, karena harus mencari ilmu ditempat lain. Saat itulah, saya percaya diri membuat cerpen yang dibaca teman sekamar dan dapat komentar baik, seneng aja gitu jadi dorongan untuk melanjutkan tulisan.

Sampai sekarang, menulis cerita selalu menyenangkan untuk jadi penghibur diri, baik itu fiksi dan non fiksi, tapi rasanya bukan hobi juga sih, karena kadang tidak continu nulisnya, 🤣 tapi ya.. seneng aja gitu.

Finally, begitulah adanya diri ini, agak absurd, dorongan menulis ke jenjang serius masih low, belum bisa menyesuaikan diri dengan tenggat waktu. Menulis itu menyenangkan dan saya senang karena menulis, jika dilakukan ikhlas, mengalir seperti air, tidak terkontaminasi paksaan yang memciutkan jiwa dan keluar memang dari hati, karena bahasa hati itu akan sampai juga kehati.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Season 12

CHAPTER 12 Matahari hangat yang tak pernah kulihat, gumam cyle "kini aku merasa Ayah merindukan ku, walau kami tak pernah saling menyapa tapi ia terasa dekat padaku, takdir kami tak berjumpa untuk saat ini. tapi, kurasakan ia selalu mengingatku. Cyle harus terbaring di ruangan itu sambil menunggu, tidak parah penyakitnya sebenarnya, Tapi karena rindu, penyakit itu bertambah semakin buruk, yang ia perlukan energi dalam hidupnya.  Rasa lapar berubah menjadi rindu yang menggantikan, dia sering bercerita sendiri, tubuhnya yang lemah semakin lama, hidup nya pergi dan belum kembali. Untuk berlari mengejar ia tak mampu, sekedar mengangkat tangan saja tak bisa. matanya berkedip menerawang " Manakah yang lebih baik, hari ini tetap hidup atau dia juga harus pergi tanpa dikenal orang, tanpa diketahui.  "Apa Ayah juga sudah tiada? Cyle bergumam." Akankah Kalau engkau memang di surga dan waktuku sudah sedikit, Maukah engkau menjemputku ketika itu?" agar aku tahu,...

Season 8

CHAPTER 8 Air hangat ini kembali mengalir, bukan tangisan, bukan kelopak yang menjatuhkannya, "apa ini? aku terbangun dalam keheningan malam, ada handuk di atas kepala dan Bibi disampingku. ketika melihat sekeliling, "kemana ibu?" tanyaku. Bibi hanya mengulas senyuman wajah, "nona jangan khawatir, Istirahatlah dengan baik, demam Nona agak menurun sekarang, jangan terlalu banyak berpikir" ucap Bibi. "Sedih sekali tak kutemukan sosokmu ibu, aku hanya terdiam melihat bunga dalam vas itu telah layu sedikit demi sedikit, teriak batinku Yang Pilu mengalirkan air mata. Kenapa Ibu tak pernah datang? Ibu kembalilah aku merindukanmu. Kesunyian lain masih menyelimuti Cloud  yang sudah terdiam cukup lama, kali ini ia sedang berjuang keras, melawan kesedihan yang menerpanya agar tak terlihat oleh Rey. "Hari itu dia ukir banyak gambar, kau sudah melihatnya beberapa rey, dalam pagar itu. Cloud mulai tersendat bicara, sesekali ia berbalik menyeka air mat...

KATA KATA HIKMAH

ABU BAKAR : 1. Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu. 2. Semoga aku menjadi pohon yang ditebang kemudian digunakan. 3. Dia berkata kepada para sahabat,”Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!” UMAR BIN KHATTAB : 1. Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti. 2. Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki. 3. Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan...