Langsung ke konten utama

season 3

CHAPTER 3

      Malam ini aku sendirian, ibu dan Bibi entah kemana pergi semenjak sore. Mereka tidak menemuiku disini, dalam lamunanku, rindu sekali rasanya mendengar alunan suara dengan bacaannya dan keindahan sosoknya. 

Oh... Duhai rasa, apa ini?
Kenapa aku sedih tak melihatnya, 
Mengapa hampa Tak Mendengar nya, 
Wahai angin yang menerpa wajah, 
Bagaimana kabarnya? 
Siapakah dia yang Membuatku terpesona oleh sosoknya.

     Buku adalah sahabatku, sepi adalah bajuku, gelap adalah kehidupanku, hanya pada kalian keluh kesah kuutarakan. Hidup itu menyakitkan dan menggembirakan, memendam rasa padanya, siapakah dirimu? Aku Ingin Lebih memahami, mengerti untaian tangismu, dan menggapaimu dalam kasih sayang. 

     Bulan, Bintang, ajak aku pergi dan berani menujumu. "apa ini mungkin? mustahil pikirku, buat aku tersenyum,  ajari Aku, untuk mencari jati diri.

       Hanya disini lagi yang bisa kuceritakan, tak ada apa-apa lagi, mungkin aku akan selalu tinggal di tempat ini. 20 tahun hidup seperti ini, rasanya sangat membosankan. Aku sudah membaca 7 buku dalam satu hari, Ya.. hanya impian yang buku ceritakan. Aku sekarang merindukan sosok seorang ayah. Seperti apa Ayahku? hidup seperti Ku, butuh banyak pemahaman.

     Aku sedang di perpustakaan mengutak-ngatik buku yang baru ku lihat, sampulnya berwarna hijau, berbahan bludru. Di atasnya banyak sekali motif bunga yang cantik dan sampai di ujungnya, ada sebuah lukisan seorang anak bayi yang tertidur pulas, sudah kotor dan berdebu sekali. Buku Ini, Kutemukan tak sengaja dalam belahan tembok yang sudah rapuh.

cerbung, next to season 4.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Season 12

CHAPTER 12 Matahari hangat yang tak pernah kulihat, gumam cyle "kini aku merasa Ayah merindukan ku, walau kami tak pernah saling menyapa tapi ia terasa dekat padaku, takdir kami tak berjumpa untuk saat ini. tapi, kurasakan ia selalu mengingatku. Cyle harus terbaring di ruangan itu sambil menunggu, tidak parah penyakitnya sebenarnya, Tapi karena rindu, penyakit itu bertambah semakin buruk, yang ia perlukan energi dalam hidupnya.  Rasa lapar berubah menjadi rindu yang menggantikan, dia sering bercerita sendiri, tubuhnya yang lemah semakin lama, hidup nya pergi dan belum kembali. Untuk berlari mengejar ia tak mampu, sekedar mengangkat tangan saja tak bisa. matanya berkedip menerawang " Manakah yang lebih baik, hari ini tetap hidup atau dia juga harus pergi tanpa dikenal orang, tanpa diketahui.  "Apa Ayah juga sudah tiada? Cyle bergumam." Akankah Kalau engkau memang di surga dan waktuku sudah sedikit, Maukah engkau menjemputku ketika itu?" agar aku tahu,...

Season 8

CHAPTER 8 Air hangat ini kembali mengalir, bukan tangisan, bukan kelopak yang menjatuhkannya, "apa ini? aku terbangun dalam keheningan malam, ada handuk di atas kepala dan Bibi disampingku. ketika melihat sekeliling, "kemana ibu?" tanyaku. Bibi hanya mengulas senyuman wajah, "nona jangan khawatir, Istirahatlah dengan baik, demam Nona agak menurun sekarang, jangan terlalu banyak berpikir" ucap Bibi. "Sedih sekali tak kutemukan sosokmu ibu, aku hanya terdiam melihat bunga dalam vas itu telah layu sedikit demi sedikit, teriak batinku Yang Pilu mengalirkan air mata. Kenapa Ibu tak pernah datang? Ibu kembalilah aku merindukanmu. Kesunyian lain masih menyelimuti Cloud  yang sudah terdiam cukup lama, kali ini ia sedang berjuang keras, melawan kesedihan yang menerpanya agar tak terlihat oleh Rey. "Hari itu dia ukir banyak gambar, kau sudah melihatnya beberapa rey, dalam pagar itu. Cloud mulai tersendat bicara, sesekali ia berbalik menyeka air mat...

KATA KATA HIKMAH

ABU BAKAR : 1. Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu. 2. Semoga aku menjadi pohon yang ditebang kemudian digunakan. 3. Dia berkata kepada para sahabat,”Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!” UMAR BIN KHATTAB : 1. Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti. 2. Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki. 3. Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan...