Langsung ke konten utama

Season 7

CHAPTER 7

Di kamar ini aku masih sendiri, bosan menjalani hari tanpa tahu kapan matahari terbit dan tenggelam. Sudah sebulan ini Ibu tak pernah melihatku, " Aku rindu Bu" teriakku dalam keheningan, "rindu sentuhan tanganmu membelaiku, Kini aku hanya bisa berbaring saja, Badanku lemas. 

Tiga hari ini tak tersentuh semua makanan yang bibi bawakan setiap jam makan. Aku juga tak bergairah untuk bangkit dari kasur putih ini, rasanya aku tak ingin Beranjak Pergi, sudah lelah ku buka mata hanya untuk merasakan kehampaan, yang tak kutahu kapan berakhir, dan orang itu, aku sangat ingin melihatnya, mendengar suaranya, Oh..hati andai dia datang, terobati semua sepi yang menerpa.

Ditempat lain, kami terus berlari dan cloud membawaku ke sebuah pintu di rumah ini, bahkan aku baru sadar, ternyata gambar bunga dengan orang itu adalah sebuah pintu. 

"Ini yang ingin aku ceritakan" cloud menatapku serius.
"Maksudmu?" Tanya Rey bingung.
"Pintu ini sumber semua kesedihanku Rey"
"Aku masih belum mengerti", kata Rey.
"Tapi Berjanjilah kau akan menolongku Rey", ucap Cloud mantap. 
Aku hanya mengangguk kali ini.

Cloud terdiam, kemudian Ia mengaburkan pandangan ke lain arah, "kepergian orang tuaku Rey, sebelum mereka pergi, terjadi kerusuhan besar, entah apa masalahnya, hingga mereka bertengkar hebat. Umurku baru 10 tahun, aku tak tahu mengapa Ibu menangis dan pergi. Aku hanya dapat menatapnya dengan airmata mengalir, saat dia terus melangkah semakin jauh". 

Sedih dan kecewa yang tertanam di hati  Cloud selama bertahun-tahun terpancar dalam raut wajah sendu, lanjutnya " setelah kejadian itu, ayah seringkali melamun dan menangis sendiri, selalu merenung sendirian. kertas dan pena yang menemaninya Rey, Sampai suatu hari ayah tak seperti biasanya, ia tak lagi melamun. hari itu, ayah pergi ke depan rumah, ia bekerja Rey.

Cerbung, next season to Chapter 8

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Season 12

CHAPTER 12 Matahari hangat yang tak pernah kulihat, gumam cyle "kini aku merasa Ayah merindukan ku, walau kami tak pernah saling menyapa tapi ia terasa dekat padaku, takdir kami tak berjumpa untuk saat ini. tapi, kurasakan ia selalu mengingatku. Cyle harus terbaring di ruangan itu sambil menunggu, tidak parah penyakitnya sebenarnya, Tapi karena rindu, penyakit itu bertambah semakin buruk, yang ia perlukan energi dalam hidupnya.  Rasa lapar berubah menjadi rindu yang menggantikan, dia sering bercerita sendiri, tubuhnya yang lemah semakin lama, hidup nya pergi dan belum kembali. Untuk berlari mengejar ia tak mampu, sekedar mengangkat tangan saja tak bisa. matanya berkedip menerawang " Manakah yang lebih baik, hari ini tetap hidup atau dia juga harus pergi tanpa dikenal orang, tanpa diketahui.  "Apa Ayah juga sudah tiada? Cyle bergumam." Akankah Kalau engkau memang di surga dan waktuku sudah sedikit, Maukah engkau menjemputku ketika itu?" agar aku tahu,...

Season 8

CHAPTER 8 Air hangat ini kembali mengalir, bukan tangisan, bukan kelopak yang menjatuhkannya, "apa ini? aku terbangun dalam keheningan malam, ada handuk di atas kepala dan Bibi disampingku. ketika melihat sekeliling, "kemana ibu?" tanyaku. Bibi hanya mengulas senyuman wajah, "nona jangan khawatir, Istirahatlah dengan baik, demam Nona agak menurun sekarang, jangan terlalu banyak berpikir" ucap Bibi. "Sedih sekali tak kutemukan sosokmu ibu, aku hanya terdiam melihat bunga dalam vas itu telah layu sedikit demi sedikit, teriak batinku Yang Pilu mengalirkan air mata. Kenapa Ibu tak pernah datang? Ibu kembalilah aku merindukanmu. Kesunyian lain masih menyelimuti Cloud  yang sudah terdiam cukup lama, kali ini ia sedang berjuang keras, melawan kesedihan yang menerpanya agar tak terlihat oleh Rey. "Hari itu dia ukir banyak gambar, kau sudah melihatnya beberapa rey, dalam pagar itu. Cloud mulai tersendat bicara, sesekali ia berbalik menyeka air mat...

KATA KATA HIKMAH

ABU BAKAR : 1. Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu. 2. Semoga aku menjadi pohon yang ditebang kemudian digunakan. 3. Dia berkata kepada para sahabat,”Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!” UMAR BIN KHATTAB : 1. Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti. 2. Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki. 3. Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan...