Langsung ke konten utama

Season 11


CHAPTER 11


Dalam ruangan itu, keadaan Cloud tak baik, ia menggigil memegangi kepalanya dengan tangan kiri dan tangan kanannya mencengkram tanganku. "tak apa Cloud aku menemanimu" kataku. "kepalaku sakit rey, pertengkaran itu terjadi, disana Ibu menangis dan ayah marah mengelak dari tuduhan Ibu. 

Saat itu dia pergi dengan kebencian dan ayah akan menyesal selamanya, Cloud menirukan perkataan ibunya, ia menangis. 
"Bangun cloud, sadarlah! kita akan membongkar semuanya, aku yakin Ayahmu benar, ubah semuanya Seperti dulu, kamu lebih baik darinya. teriakanku memekakkan telinga di ruang minimalis itu. Dia bangkit, "aku bisa rey, lebih baik ! katanya. kulihat semangat di wajahnya, ia berdiri melihat setiap sudut ruangan itu, didekatinya pintu brangkas, ia paksa buka.

Bibi sedang merapikan kasur, "makanan sudah tersedia di meja Nona, Maaf Bibi bersihkan badannya" Bibi menatapku yang hanya terdiam, dengan badan yang masih terbaring.  

Hati-hati dan telaten dia memakaikan baju terusan biru langit untukku, memasangkan jepit rambut dengan permata bulu biru. "nona bangunlah jangan seperti ini" ucap bibi. "Untuk apa Bi? aku sendiri tak tahu harus apa ? kemana ibu?" bibi menahan Katanya, "nyonya...", "Ada apa sebenarnya Bi?" bibi mulai salah tingkah, Tanpa menggubrisku ia pergi, "Maaf Bibi permisi".

Rey dan Cloud Masih berusaha  mengatur emosi, walaupun tetesan keringat mengalir dari kedua kening mulus pemuda tampan itu, sedikit demi sedikit mereka mencoba hingga lemari terbuka. didalamnya menyimpan setumpuk surat yang masih terjaga utuh, "apa Ini Cloud? rey mengambil sebuah surat, dengan 2 foto bayi saling bergandengan, ia pun membacanya: 

"Untaian air mata ku melepasmu Sayang, hari ini aku harus membawamu pergi, jangan menangis, kamu kuat, Bersabarlah.. aku akan membawamu kembali, kita harus berpisah. orang tuaku akan membunuhmu jika hidup, akan ku titipkan pada Bibi dirimu sayang, kutulis surat ini sebagai bukti, ketika aku tak yakin bisa melihatmu dalam keadaan hidup. (bersama cyle adikmu ) "Aku Menyayangimu". 

next to season 12

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Season 12

CHAPTER 12 Matahari hangat yang tak pernah kulihat, gumam cyle "kini aku merasa Ayah merindukan ku, walau kami tak pernah saling menyapa tapi ia terasa dekat padaku, takdir kami tak berjumpa untuk saat ini. tapi, kurasakan ia selalu mengingatku. Cyle harus terbaring di ruangan itu sambil menunggu, tidak parah penyakitnya sebenarnya, Tapi karena rindu, penyakit itu bertambah semakin buruk, yang ia perlukan energi dalam hidupnya.  Rasa lapar berubah menjadi rindu yang menggantikan, dia sering bercerita sendiri, tubuhnya yang lemah semakin lama, hidup nya pergi dan belum kembali. Untuk berlari mengejar ia tak mampu, sekedar mengangkat tangan saja tak bisa. matanya berkedip menerawang " Manakah yang lebih baik, hari ini tetap hidup atau dia juga harus pergi tanpa dikenal orang, tanpa diketahui.  "Apa Ayah juga sudah tiada? Cyle bergumam." Akankah Kalau engkau memang di surga dan waktuku sudah sedikit, Maukah engkau menjemputku ketika itu?" agar aku tahu,...

Season 8

CHAPTER 8 Air hangat ini kembali mengalir, bukan tangisan, bukan kelopak yang menjatuhkannya, "apa ini? aku terbangun dalam keheningan malam, ada handuk di atas kepala dan Bibi disampingku. ketika melihat sekeliling, "kemana ibu?" tanyaku. Bibi hanya mengulas senyuman wajah, "nona jangan khawatir, Istirahatlah dengan baik, demam Nona agak menurun sekarang, jangan terlalu banyak berpikir" ucap Bibi. "Sedih sekali tak kutemukan sosokmu ibu, aku hanya terdiam melihat bunga dalam vas itu telah layu sedikit demi sedikit, teriak batinku Yang Pilu mengalirkan air mata. Kenapa Ibu tak pernah datang? Ibu kembalilah aku merindukanmu. Kesunyian lain masih menyelimuti Cloud  yang sudah terdiam cukup lama, kali ini ia sedang berjuang keras, melawan kesedihan yang menerpanya agar tak terlihat oleh Rey. "Hari itu dia ukir banyak gambar, kau sudah melihatnya beberapa rey, dalam pagar itu. Cloud mulai tersendat bicara, sesekali ia berbalik menyeka air mat...

KATA KATA HIKMAH

ABU BAKAR : 1. Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu. 2. Semoga aku menjadi pohon yang ditebang kemudian digunakan. 3. Dia berkata kepada para sahabat,”Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!” UMAR BIN KHATTAB : 1. Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti. 2. Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki. 3. Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan...