Bertahan dalam titik jenuh itu, kadang membuat diri menjadi sembrono. baik itu ketika kita mengalaminya dalam perkerjaan, pembelajaran, atau bahkan kehidupan asmara.
Karena sejatinya begitulah manusia, yang kadang lupa, syukur itu menentramkan jiwa, membawa kebahagian tersendiri ketika kita berada dititik paling jauh dari-Nya. Oleh karena itu, pengingat sayang sering diungkapkan dalam kitab mulia oleh sang maha kuasa, "maka bahagialah bagi orang2 yang bersyukur".
Alquran juga menjelaskan tahapan syukur agar bisa lebih dalam memahaminya, melalui jalan yang harus ditemui terlebih dulu, yaitu si jalan sabar. Karena begitu terjalnya jalan itu, maka dikhususkanlah 1 pintu disyurga, bagi calon ahli yang lolos seleksi, salah satu hadiah bagi yang memasukinya.
Mengutip syair lagu dari Saujana:
" Tetapi jalan kebenaran, tak akan selamanya sunyi, ada ujian yang datang melanda, ada perangkap menunggu mangsa"
Dari syair tersebut, bisa kita tangkap maksudnya, bahwa manusia itu, sudah dipastikan akan diberikan ujian dalam hidupnya. Berupa kesusahan dan kesenangan, sebagai bentuk kelayakan seorang hamba yang bertaqwa kepada tuhannya. Maka, untuk menghadapi 2 jenis ujian itu, kita harus punya daya juang dan daya tahan dengan sabar dan syukur.
perumpamaannya bisa kita pelajari dari seorang tukang parkir, ketika ada kendaraan masuk, diberikan padanya amanah sekaligus ujian untuk menjaga, maka bersabarlah dia menunggu hingga mobil keluar dari area penjagaannya (*sesuai kesanggupannya). Setelah selesai pekerjaannya, ada rizki yang diterima, buah dari kesabaran. Diiiringilah pula setelah sabar itu, kesenangan yang mesti diungkapkan dengan syukur.
Begitulah tukang parkir, punya mobil banyak ga sombong, dikasih ujian senang dan susah menjaga harta orang dilakukan, sampai semua kendaraan hilang semua dari diparkiran juga ga sedih, karena apa?
" Karena merasa tidak memiliki, semua yang ada pada kita hari ini adalah titipan, maka iringilah hidup ini dengan sabar dan syukur, maka tabir ilmu dan cinta akan terbaca, karunia tiada terkira tak tertandingi sebagai harta."
Karena sejatinya begitulah manusia, yang kadang lupa, syukur itu menentramkan jiwa, membawa kebahagian tersendiri ketika kita berada dititik paling jauh dari-Nya. Oleh karena itu, pengingat sayang sering diungkapkan dalam kitab mulia oleh sang maha kuasa, "maka bahagialah bagi orang2 yang bersyukur".
Alquran juga menjelaskan tahapan syukur agar bisa lebih dalam memahaminya, melalui jalan yang harus ditemui terlebih dulu, yaitu si jalan sabar. Karena begitu terjalnya jalan itu, maka dikhususkanlah 1 pintu disyurga, bagi calon ahli yang lolos seleksi, salah satu hadiah bagi yang memasukinya.
Mengutip syair lagu dari Saujana:
" Tetapi jalan kebenaran, tak akan selamanya sunyi, ada ujian yang datang melanda, ada perangkap menunggu mangsa"
Dari syair tersebut, bisa kita tangkap maksudnya, bahwa manusia itu, sudah dipastikan akan diberikan ujian dalam hidupnya. Berupa kesusahan dan kesenangan, sebagai bentuk kelayakan seorang hamba yang bertaqwa kepada tuhannya. Maka, untuk menghadapi 2 jenis ujian itu, kita harus punya daya juang dan daya tahan dengan sabar dan syukur.
perumpamaannya bisa kita pelajari dari seorang tukang parkir, ketika ada kendaraan masuk, diberikan padanya amanah sekaligus ujian untuk menjaga, maka bersabarlah dia menunggu hingga mobil keluar dari area penjagaannya (*sesuai kesanggupannya). Setelah selesai pekerjaannya, ada rizki yang diterima, buah dari kesabaran. Diiiringilah pula setelah sabar itu, kesenangan yang mesti diungkapkan dengan syukur.
Begitulah tukang parkir, punya mobil banyak ga sombong, dikasih ujian senang dan susah menjaga harta orang dilakukan, sampai semua kendaraan hilang semua dari diparkiran juga ga sedih, karena apa?
" Karena merasa tidak memiliki, semua yang ada pada kita hari ini adalah titipan, maka iringilah hidup ini dengan sabar dan syukur, maka tabir ilmu dan cinta akan terbaca, karunia tiada terkira tak tertandingi sebagai harta."
Makasih kak, tulisannya menyentuh
BalasHapusterimakasihππ
HapusAaah bagus banget tulisannya. Kadang Kita suka merasa memiliki semua Hal di dunia yang padahal bukan milik Kita.. jadilah posesif.. Dan lupa bersyukur..
BalasHapusMakasih sudah mengingatkan.
πππ terimakasih mba, tulisannya mba juga mba juga bagus-bagus. π
Hapus