Langsung ke konten utama

Hasbunallahu wa ni'mal wakil..

Hakikat dzikir hasbunallah wanikmal wakil nikmal Maula wanikman Nasir 


Jika kita mengamalkan zikir ini, kegundahan hati yang tengah kita rasakan akan segera hilang. Jika dilaksanakan dengan Istiqomah penuh kesungguhan, setelah selesai salat fardhu usahakan membacanya minimal 100 kali. Jika kamu rajin salat malam, bacalah zikir tersebut disertai doa memohon pertolongan kepada Allah agar kegundahan hati bisa hilang secepatnya.

Bacaan Ini mengandung arti "cukuplah Allah pelindung kami, dia sebaik-baik wakil yang kami dambakan Dan dia sebaik-baik penolong yang kami harapkan". Memiliki manfaat yang sangat dahsyat, tidak saja ketentraman hati serta luasnya Rizki tetapi juga bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta tawakal kita kepada Allah maka kita akan dianugerahi kesanggupan mengamati dan menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah

Ketika konsisten membacanya, kualitas keimanan dan ketakwaan kita akan terus mengalami peningkatan. Tidak hanya percaya dalam lisan tetapi hati pun juga membenarkan. Tidak hanya mengerjakan kebajikan-kebajikan tetapi mewaspadai segala bentuk kemungkaran.

Iman dan taqwa kita bisa betul-betul kuat, sehingga upaya untuk meraih ridho Allah semakin menemui titik terang. Demikianlah manfaat besar membaca dzikir Hasbunallah Wanikmal Wakil ni'mal Maula wani"man Nasir.

Kita akan semakin rendah hati dan tawakal kepada Allah, rendah hati merupakan suatu kondisi hati yang meniscayakan ke lapangan dan kepatuhan yang total kepada Allah. Orang yang rendah hati biasanya mempunyai sikap hidup yang ramah, lembut, bersahaja, tidak egois dan tidak mudah.

Tawakal merupakan bentuk sikap penyerahan diri dengan sepasrah pasrahnya kepada Allah, sebagaimana dalam firman Allah Quran surat Al-maidah ayat 11: "Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah kepadamu, diwaktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (dalam berbuat jahat) maka Allah menahan tangan mereka dari kamu dan bertakwalah kepada Allah dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakal".

Insyaallah dengan membaca banyak sekali dzikir ini, maka hati kita akan dihiasi cahaya ketawakalan, yaitu adanya keyakinan ihwal satu-satunya tempat bergantung yang tidak lain ialah Allah. Ketika seseorang sudah tawakal, maka ia tidak akan mudah risau oleh apapun, termasuk masalah rizki. Segala bentuk cobaan sepenuhnya dipasrahkan dan diserahkan kepada Allah, dan tidak kepada yang lain apalagi kepada dirinya sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Season 8

CHAPTER 8 Air hangat ini kembali mengalir, bukan tangisan, bukan kelopak yang menjatuhkannya, "apa ini? aku terbangun dalam keheningan malam, ada handuk di atas kepala dan Bibi disampingku. ketika melihat sekeliling, "kemana ibu?" tanyaku. Bibi hanya mengulas senyuman wajah, "nona jangan khawatir, Istirahatlah dengan baik, demam Nona agak menurun sekarang, jangan terlalu banyak berpikir" ucap Bibi. "Sedih sekali tak kutemukan sosokmu ibu, aku hanya terdiam melihat bunga dalam vas itu telah layu sedikit demi sedikit, teriak batinku Yang Pilu mengalirkan air mata. Kenapa Ibu tak pernah datang? Ibu kembalilah aku merindukanmu. Kesunyian lain masih menyelimuti Cloud  yang sudah terdiam cukup lama, kali ini ia sedang berjuang keras, melawan kesedihan yang menerpanya agar tak terlihat oleh Rey. "Hari itu dia ukir banyak gambar, kau sudah melihatnya beberapa rey, dalam pagar itu. Cloud mulai tersendat bicara, sesekali ia berbalik menyeka air mat...

Fatimah az-Zahra

Hal yang menjadikan hari "perpisahan"  Fatimah az-zahra adalah seorang yang menjadi ruh bagi Syair Rasulullah. Dalam menanggung kepedihan yang menindih begitu berat di atas punggung jiwanya, terlantunlah bait-bait puisi darinya. Di hari itu, terguncang seisi alam raya... Padam sudah cahaya mentari di siang hari... Seluruh peredaran waktu di masa awal dan akhir telah menghitam... Setelah Baginda Muhammad Al Mustofa wafat meninggalkan dunia  Hancur menjadi pasir yang menumpuk karena kedahsyatan goncangan kepedihan yang melanda Dan kini, biarlah seluruh penjuru kota di belahan Barat dan Timur menangis kepadanya  Biarlah seluruh penduduk kabilah mudar dan nyaman berduka nestapa  Namun apalah guna? Karena Perpisahan denganmu, tergambarlah sosok dirimu dalam linangan air mata Jerit sedih Fatimah hampir saja membuatnya lupa untuk menuturkan bagian bait dari puisinya Sedemikian musibah mengguyur diriku, Jika saja kepedihan...