Langsung ke konten utama

Review Film

Silenced


Dear Readers...
Assalamualaikum,

Minggu ini aku mau share satu Film yang bermutu banget buat ditonton nih, gila parah sih, bikin greget gak ketulungan dan membangkitkan jiwa kemanusian penulis sendiri, apalagi tema yang diangkat di film ini tidak biasa, mengenai pelecehan seksual terhadap siswa tunarungu yang masih pada bocah.. 
eitsss kebablasan kan cerita, nah readers, dibawah ini aku mau tunjukin ke kalian beberapa alasan kenapa kalian harus banget nonton film ini.

1. Berdasarkan kisah nyata yang terjadi di Korea Selatan

Silenced dalam bahasa korea 도가니; Dogani ; Togani ; Bahasa Inggris: "The Crucible adalah film drama korea selatan pada tahun 2011 yang diangkat berdasarkan novel The Crucible oleh Gong Ji-young. (wikimili)

Faktanya film ini merupakan kisah nyata yang diangkat ke layar lebar, dimana peristiwa ini terjadi di sekolah Gwangju Inhwa yang berdiri sejak tahun 1961 untuk anak tunarungu yang para siswanya menjadi korban pelecehan seksual berulang-ulang oleh anggota yayasan selama lima tahun guys, diawali di tahun 2000-an. 

Namun kisahnya tidak berakhir baik, saat para pelaku dibawa ke pengadilan, mereka hanya dihukum dengan masa tahanan seminimal mungkin. Empat dari enam guru yang direkomendasikan hukuman berat oleh otoritas pendidikan dipulihkan hukuman karena mereka lolos dari undang-undang pembatasan. 

Hanya dua dari mereka yang dihukum karena perkosaan berulang-ulang terhadap delapan siswa muda dan menerima hukuman penjara kurang dari setahun. 

Mantan guru 71 tahun Kim Yeong-il baru-baru ini mengklaim bahwa dua anak telah meninggal ketika insiden itu yang terjadi pada tahun 1964, setelah itu ia dipukuli dan dipaksa untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya oleh wakil kepala sekolah


2. Dibintangi oleh Gong Yoo dan Jung Yu-mi. 

Readers, film ini apik banget dimainin sama aktor terkemuka dikorea selatan Gong Yoo, yap.. pemeran utama di drama Goblin yang cetar banget, ga kalah bagus mainnya sana Jung Yu-mi loh guys, ngena banget mereka.

Dalam cerita, Gong Yoo berperan sebagai Kang In-ho guru seni yang baru diangkat di Akademi Benevolence, sebuah sekolah untuk anak-anak tuna rungu di kota fiksi Mujin, Provinsi Joella utara. Dia memiliki masa lalu yang kelam, istrinya bunuh diri setahun yang lalu, dan putrinya yang sakit asma akhirnya tinggal dalam perawatan ibunya. 

Jung Yu-mi berperan sebagai aktivis hak asasi manusia soo yo jin, yang membantu menyelesaikan masalah disekolah baru pamannya tersebut. 

Perjuangan mereka ini keren banget guys, dari merawat korban sampai memulihkan kembali psikologis mereka, sambil tetap berusaha dengan sangat gigih mengajukan kasus tersebut agar diselesaikan dengan setimpal.

3. Dampak Film Silenced

Film ini memicu kemarahan publik pada rilis September 2011, yang akhirnya menghasilkan pembukaan kembali investigasi ke dalam insiden. Dengan lebih dari 4 juta orang di Korea telah menonton film tersebut, permintaan untuk reformasi legislatif akhirnya mencapai jalannya ke Majelis Nasional Korea Selatan, di mana RUU yang direvisi, dijuluki Dogani Bill, disahkan pada akhir Oktober 2011 untuk menghapuskan undang undang pembatasan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur dan orang cacat.

Dua bulan setelah rilis film dan menimbulkan kontroversi, Kota Gwangju secara resmi menutup sekolah pada November 2011. Pada Juli 2012, Pengadilan Distrik Gwangju menghukum mantan administrator sekolah yang berusia 63 tahun dengan hukuman 12 tahun penjara. karena melakukan pelecehan seksual terhadap seorang siswa berusia 18 tahun pada bulan April 2005. Dia juga didakwa melakukan pelecehan fisik terhadap seorang siswa berusia 17 tahun lainnya yang telah menyaksikan kejahatan tersebut (korban dilaporkan berusaha melakukan bunuh diri sesudahnya). Administrator, hanya diidentifikasi dengan nama belakangnya Kim, juga diperintahkan untuk memakai gelang kaki elektronik selama 10 tahun setelah pembebasannya.

Gimana Readers menarik banget buat ditonton kan??

Wassalam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Season 8

CHAPTER 8 Air hangat ini kembali mengalir, bukan tangisan, bukan kelopak yang menjatuhkannya, "apa ini? aku terbangun dalam keheningan malam, ada handuk di atas kepala dan Bibi disampingku. ketika melihat sekeliling, "kemana ibu?" tanyaku. Bibi hanya mengulas senyuman wajah, "nona jangan khawatir, Istirahatlah dengan baik, demam Nona agak menurun sekarang, jangan terlalu banyak berpikir" ucap Bibi. "Sedih sekali tak kutemukan sosokmu ibu, aku hanya terdiam melihat bunga dalam vas itu telah layu sedikit demi sedikit, teriak batinku Yang Pilu mengalirkan air mata. Kenapa Ibu tak pernah datang? Ibu kembalilah aku merindukanmu. Kesunyian lain masih menyelimuti Cloud  yang sudah terdiam cukup lama, kali ini ia sedang berjuang keras, melawan kesedihan yang menerpanya agar tak terlihat oleh Rey. "Hari itu dia ukir banyak gambar, kau sudah melihatnya beberapa rey, dalam pagar itu. Cloud mulai tersendat bicara, sesekali ia berbalik menyeka air mat...

Hasbunallahu wa ni'mal wakil..

Hakikat dzikir hasbunallah wanikmal wakil nikmal Maula wanikman Nasir  Jika kita mengamalkan zikir ini, kegundahan hati yang tengah kita rasakan akan segera hilang. Jika dilaksanakan dengan Istiqomah penuh kesungguhan, setelah selesai salat fardhu usahakan membacanya minimal 100 kali. Jika kamu rajin salat malam, bacalah zikir tersebut disertai doa memohon pertolongan kepada Allah agar kegundahan hati bisa hilang secepatnya. Bacaan Ini mengandung arti "cukuplah Allah pelindung kami, dia sebaik-baik wakil yang kami dambakan Dan dia sebaik-baik penolong yang kami harapkan". Memiliki manfaat yang sangat dahsyat, tidak saja ketentraman hati serta luasnya Rizki tetapi juga bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta tawakal kita kepada Allah maka kita akan dianugerahi kesanggupan mengamati dan menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah Ketika konsisten membacanya, kualitas keimanan dan ketakwaan kita akan terus mengalami peningkatan. Tidak hanya percaya dalam lisan ...

Fatimah az-Zahra

Hal yang menjadikan hari "perpisahan"  Fatimah az-zahra adalah seorang yang menjadi ruh bagi Syair Rasulullah. Dalam menanggung kepedihan yang menindih begitu berat di atas punggung jiwanya, terlantunlah bait-bait puisi darinya. Di hari itu, terguncang seisi alam raya... Padam sudah cahaya mentari di siang hari... Seluruh peredaran waktu di masa awal dan akhir telah menghitam... Setelah Baginda Muhammad Al Mustofa wafat meninggalkan dunia  Hancur menjadi pasir yang menumpuk karena kedahsyatan goncangan kepedihan yang melanda Dan kini, biarlah seluruh penjuru kota di belahan Barat dan Timur menangis kepadanya  Biarlah seluruh penduduk kabilah mudar dan nyaman berduka nestapa  Namun apalah guna? Karena Perpisahan denganmu, tergambarlah sosok dirimu dalam linangan air mata Jerit sedih Fatimah hampir saja membuatnya lupa untuk menuturkan bagian bait dari puisinya Sedemikian musibah mengguyur diriku, Jika saja kepedihan...