Assalamualaikum guys...
Mari kita sejenak merenung, ketika melihat gambar diatas apa yang kamu rasakan? apa yang pertama kali terlintas? dan apa yang akan kamu lakukan ketika kamu sudah melihatnya? jawab saja sesuai yang kamu alami, karena ini bukan psikotes ataupun tulisan yang menjelaskan psikolagi, santai saja readers.
Setiap aku tunjukan gambar tadi pada beberapa orang, jawaban pertama yang sering ku temukan adalah jijik, kayak tikus, ga mau liat, ga suka, sampai ada yang flat aja biasanya dan belum kudengar kata suka pada gambar tadi, mungkin jawaban mereka ada yang persis jawabanmu bukan? setidaknya flat juga ga masalah.
Touch your Heart...
Jika hatimu menyentuh cinta, maka betebaranlah rasa cinta itu.
Jika hatimu menyentuh rasa bahagia, maka energi itu akan menuntun pada kebaikan.
Jika hatimu menyentuh luka, maka perihnya akan selalu terasa memyiksa.
Karena hati adalah gumpalan kecil daging yang penuh dengan misteri dan keajaiban ilahi, kamu bisa mengajaknya pada rasa apa saja dan luka mana saja, karena kamu lah "touch" nya.
Readers, sedikit menceritakan apa yang ku rasa setelah melihat gambar tadi adalah sangat senang dan tenang, jujur saja akupun geli pada jenis hewan berbulu hitam yang omnivora kesukaan kucing, tapi persepsiku pertama kali ketika melihat hewan tadi bukan jijik, itu bukan tikus, tapi sepertinya berang-berang. Alam hijau yang mengelilinginya sangat membuat hati jatuh cinta, manis sekali pikirku, hewan saja bisa menikamati aroma bunga matahari dengan sangat dalam.
Jawabanku mungkin terdengar aneh untuk kebanyakan orang, atau mungkin lebih banyak yang setuju aku tak tahu, tapi hatiku tersentuh dengan banyak kebaikan dan kejujuran yang tulus ketika melihat bagaimana binatang mungil itu begitu jujur dengan apa yang ia rasakan.
Aku percaya dengan perkataan bahwa aura bahagia dan aura kesedihan itu akan mudah terasa dan tertangkap oleh setiap hati makhluk yang bernafas, hanya saja tergantung cara kita mengolahnya, maka ketika kita bahagia, maka orang disekeliling kita bisa merasakan itu begitupun sebaliknya tak terkecuali makhluk Allah yang lain. Karena dalam setiap waktu yang kita lalui begitu sedikit yang kita nikmati untuk memperbaiki hati.

Komentar
Posting Komentar