bagian dua:
senja itu, aku kembali datang ke danau, dan gadis itu masih disana, dengan 2 kepang rambutnya dan kebaya putihnya. matanya masih sendu seperti biasa, kali ini dia menatapku, aku mulai gelisah, mungkinkah dia mulai menyadari kehadiranku (pikirku bertanya2) atau mungkin hanya perasaanku. tapi matanya masih menerka padaku. oh ya sydahlah, kalaupun ketahuan, sudah kepalang basah, akan kutulis surat untuknya diwaktu senja setelah ini (dalam hati). malu aku berlama lama melihat tatpannya di sebrang danau ini (kata sipemuda). tak lama setelah itu dia pergi meninggalkan senja dan rasa penasarannya.
sementara disisi lain, sang gadis tengah menatap senja yg kesian kali didanau itu, ia tetap bertahan dengan harapan dan janji sahabatnya. " aku kembali kemari, dengan rambut kepangku, dia telah tumbuh semakin panjang, kebaya putih ini pun sekarang sudah semakin pudar warnanya, telah usang dia menunggu, tapi aku masih percaya padamu"(bisiknya) mata sang gadis menyisir danau menatap senja, tak sengaja mata itu bertemu dengan sosok yang menarik, seorang pemuda disebrang danau yang menatap senja dengan sendu, apa dia sedang menunggu? (pikirnya) sepertinya dia sering datang juga ke danau ini. apa dia juga kesepian sepertiku? sang gadis mulai penasaran, dia tatap baik baik pemuda itu, mencoba mengenal wajahnya, tapi tak lama setelah itu sang pemuda pergi meninggalkannya. sang gadis pikir apa pemuda itu sudah menyerah,? dia juga pergi wahai danau yg tenang. sedang aku masih setia disini. suara tangis sayup sayup terdengar dikeheningan sore menuju gelap di danau itu. 2 anak manusia yang punya hati kuat, bertahan karena rasa percaya dan setia. jalan apapun yang telah mereka lewati, bertemu atau memilih pergi, itupun tetap takdir jua ikut memutuskan.
#kelasmenulisperpustakaan
#kmp1day3
#ayoomenulis
senja itu, aku kembali datang ke danau, dan gadis itu masih disana, dengan 2 kepang rambutnya dan kebaya putihnya. matanya masih sendu seperti biasa, kali ini dia menatapku, aku mulai gelisah, mungkinkah dia mulai menyadari kehadiranku (pikirku bertanya2) atau mungkin hanya perasaanku. tapi matanya masih menerka padaku. oh ya sydahlah, kalaupun ketahuan, sudah kepalang basah, akan kutulis surat untuknya diwaktu senja setelah ini (dalam hati). malu aku berlama lama melihat tatpannya di sebrang danau ini (kata sipemuda). tak lama setelah itu dia pergi meninggalkan senja dan rasa penasarannya.
sementara disisi lain, sang gadis tengah menatap senja yg kesian kali didanau itu, ia tetap bertahan dengan harapan dan janji sahabatnya. " aku kembali kemari, dengan rambut kepangku, dia telah tumbuh semakin panjang, kebaya putih ini pun sekarang sudah semakin pudar warnanya, telah usang dia menunggu, tapi aku masih percaya padamu"(bisiknya) mata sang gadis menyisir danau menatap senja, tak sengaja mata itu bertemu dengan sosok yang menarik, seorang pemuda disebrang danau yang menatap senja dengan sendu, apa dia sedang menunggu? (pikirnya) sepertinya dia sering datang juga ke danau ini. apa dia juga kesepian sepertiku? sang gadis mulai penasaran, dia tatap baik baik pemuda itu, mencoba mengenal wajahnya, tapi tak lama setelah itu sang pemuda pergi meninggalkannya. sang gadis pikir apa pemuda itu sudah menyerah,? dia juga pergi wahai danau yg tenang. sedang aku masih setia disini. suara tangis sayup sayup terdengar dikeheningan sore menuju gelap di danau itu. 2 anak manusia yang punya hati kuat, bertahan karena rasa percaya dan setia. jalan apapun yang telah mereka lewati, bertemu atau memilih pergi, itupun tetap takdir jua ikut memutuskan.
#kelasmenulisperpustakaan
#kmp1day3
#ayoomenulis
Komentar
Posting Komentar