Cerbung: Alinea pertama.
"gemericik air terdengar merdu didanau ini, mengalun sendu seperti waktu itu, ketika kita disini. kau tahu, langitnya pun masih sama, seperti warna yang kau sukai. hanya saja yang berbeda setiap kali aku disini hanyalah kenyataan bahwa kamu tak lagi bersamaku menikmati langit bersama danau ini sahabat. puluhan surat sudah kutulis tanpa satupun sampai padamu. kini aku merindukanmu, selalu. sampai kapan aku harus menunggumu disini. puluhan purnama itu telah kulewati, tapi nyatanya kau tetap belum kembali."
goresan tinta itu terhenti, diiringi tetesan air jatuh dari kelopak mata yang syahdu, tanpa ada suara. sore itu ditemani alunan suara air, ada satu hati lagi yang patah di danau itu. entah dulu ataupun hari ini, kejadian itu telah berulang.
gadis itu berkepang dua, ia selau duduk sendiri ditepi danau dengan tatapan duka dari sudut matanya, hampir setiap minggu sore aku melihat gadis itu disana, entah bagaimana, aku ingin selalu melihatnya disebrang danau ini. ingin kuraih sosoknya, mengenal semua pribadinya. mendengar semua yang membuat pilu hatinya. gadis manis berkepang dua, siapakah gerangan engkau. aku ingin mengenalmu disini. tapi tak berani kaki melangkah sedikit mendekat padamu. bukan aku pengecut, hanya belum sanggup aku untuk kehilanganmu.
see you next day...
#kmp1day2#kelasmenulisperpustakaan#ayomenulis
"gemericik air terdengar merdu didanau ini, mengalun sendu seperti waktu itu, ketika kita disini. kau tahu, langitnya pun masih sama, seperti warna yang kau sukai. hanya saja yang berbeda setiap kali aku disini hanyalah kenyataan bahwa kamu tak lagi bersamaku menikmati langit bersama danau ini sahabat. puluhan surat sudah kutulis tanpa satupun sampai padamu. kini aku merindukanmu, selalu. sampai kapan aku harus menunggumu disini. puluhan purnama itu telah kulewati, tapi nyatanya kau tetap belum kembali."
goresan tinta itu terhenti, diiringi tetesan air jatuh dari kelopak mata yang syahdu, tanpa ada suara. sore itu ditemani alunan suara air, ada satu hati lagi yang patah di danau itu. entah dulu ataupun hari ini, kejadian itu telah berulang.
gadis itu berkepang dua, ia selau duduk sendiri ditepi danau dengan tatapan duka dari sudut matanya, hampir setiap minggu sore aku melihat gadis itu disana, entah bagaimana, aku ingin selalu melihatnya disebrang danau ini. ingin kuraih sosoknya, mengenal semua pribadinya. mendengar semua yang membuat pilu hatinya. gadis manis berkepang dua, siapakah gerangan engkau. aku ingin mengenalmu disini. tapi tak berani kaki melangkah sedikit mendekat padamu. bukan aku pengecut, hanya belum sanggup aku untuk kehilanganmu.
see you next day...
#kmp1day2#kelasmenulisperpustakaan#ayomenulis
Komentar
Posting Komentar