Langsung ke konten utama

Persahabatan

dok. pribadi di Pulau Tidung
Jika kamu bertanya siapa aku?
aku adalah imigran dari surga, diambil dari tulang yang paling bengkok, dan tercipta dari air yg hina kemudian menjadi seonggok daging berlapis tulang belulang.

Jika kamu bertanya sedang apa aku?
aku ini sedang melangkah, memperbaiki tingkah, agar tak lagi jatuh kelubang salah.

Jika kamu bertanya apa harapanku?
aku akan ceritakan harapanku dalam syair seorang penyair.

"Ya Tuhan, berilah aku kesabaran dan kesanggupan, untuk ikhlas menerima apa yang tak dapat ku cegah"
" Ya Tuhan, berilah aku keberanian dan kekuatan, untuk mengubah apa yang dapat ku ubah"
" Ya Tuhan, pahamkanlah aku akan arti kearifan dan hidayah, supaya aku dapat membedakan keduanya"

Tafsirkanlah saja sesukamu, karena aku pun tak yakin kamu peduli dengan tafsir harapanku. seperti mengartikan cinta yang tak pernah sama tafsirannya untuk semua orang, bahkan Jalaludin Rumi mengatakan, cinta itu adalah samudra yang dalam tafsirnya, yg kita kenal hanya cangkangnya bukan isi seutuhnya.

ataupun syair rabbiah aladawiyah, "Dari mata mataku kulihat sesuatu, dari mata hatiku kulihat sesuatu, dari hati mataku kulihat sesuatu, dari hati hatiku kulihat sesuatu, dan sesuatu itu adalah aku."

Aku, kamu juga mereka memiliki tafsir berbeda tentang kehidupan, bagaimanapun itu, atau apapun itu, yang pasti orang yang meyukaimu tak peduli siapapun kamu, ia akan tetap menyukaimu. begitupula orang yang membencimu ta akan peduli bagaimanapun kamu, ia akan tetap membencimu. tak perlu kita menceritakan bagaimana kita, yang kita perlu adalah menunjukan bagaimana kita dengan akhalak dan ilmu, bukan untuk dipandang orang melainkan bukti iman kita sebagai hamba.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Season 8

CHAPTER 8 Air hangat ini kembali mengalir, bukan tangisan, bukan kelopak yang menjatuhkannya, "apa ini? aku terbangun dalam keheningan malam, ada handuk di atas kepala dan Bibi disampingku. ketika melihat sekeliling, "kemana ibu?" tanyaku. Bibi hanya mengulas senyuman wajah, "nona jangan khawatir, Istirahatlah dengan baik, demam Nona agak menurun sekarang, jangan terlalu banyak berpikir" ucap Bibi. "Sedih sekali tak kutemukan sosokmu ibu, aku hanya terdiam melihat bunga dalam vas itu telah layu sedikit demi sedikit, teriak batinku Yang Pilu mengalirkan air mata. Kenapa Ibu tak pernah datang? Ibu kembalilah aku merindukanmu. Kesunyian lain masih menyelimuti Cloud  yang sudah terdiam cukup lama, kali ini ia sedang berjuang keras, melawan kesedihan yang menerpanya agar tak terlihat oleh Rey. "Hari itu dia ukir banyak gambar, kau sudah melihatnya beberapa rey, dalam pagar itu. Cloud mulai tersendat bicara, sesekali ia berbalik menyeka air mat...

Hasbunallahu wa ni'mal wakil..

Hakikat dzikir hasbunallah wanikmal wakil nikmal Maula wanikman Nasir  Jika kita mengamalkan zikir ini, kegundahan hati yang tengah kita rasakan akan segera hilang. Jika dilaksanakan dengan Istiqomah penuh kesungguhan, setelah selesai salat fardhu usahakan membacanya minimal 100 kali. Jika kamu rajin salat malam, bacalah zikir tersebut disertai doa memohon pertolongan kepada Allah agar kegundahan hati bisa hilang secepatnya. Bacaan Ini mengandung arti "cukuplah Allah pelindung kami, dia sebaik-baik wakil yang kami dambakan Dan dia sebaik-baik penolong yang kami harapkan". Memiliki manfaat yang sangat dahsyat, tidak saja ketentraman hati serta luasnya Rizki tetapi juga bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta tawakal kita kepada Allah maka kita akan dianugerahi kesanggupan mengamati dan menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah Ketika konsisten membacanya, kualitas keimanan dan ketakwaan kita akan terus mengalami peningkatan. Tidak hanya percaya dalam lisan ...

Fatimah az-Zahra

Hal yang menjadikan hari "perpisahan"  Fatimah az-zahra adalah seorang yang menjadi ruh bagi Syair Rasulullah. Dalam menanggung kepedihan yang menindih begitu berat di atas punggung jiwanya, terlantunlah bait-bait puisi darinya. Di hari itu, terguncang seisi alam raya... Padam sudah cahaya mentari di siang hari... Seluruh peredaran waktu di masa awal dan akhir telah menghitam... Setelah Baginda Muhammad Al Mustofa wafat meninggalkan dunia  Hancur menjadi pasir yang menumpuk karena kedahsyatan goncangan kepedihan yang melanda Dan kini, biarlah seluruh penjuru kota di belahan Barat dan Timur menangis kepadanya  Biarlah seluruh penduduk kabilah mudar dan nyaman berduka nestapa  Namun apalah guna? Karena Perpisahan denganmu, tergambarlah sosok dirimu dalam linangan air mata Jerit sedih Fatimah hampir saja membuatnya lupa untuk menuturkan bagian bait dari puisinya Sedemikian musibah mengguyur diriku, Jika saja kepedihan...