![]() |
| dok. pribadi di Pulau Tidung |
aku adalah imigran dari surga, diambil dari tulang yang paling bengkok, dan tercipta dari air yg hina kemudian menjadi seonggok daging berlapis tulang belulang.
Jika kamu bertanya sedang apa aku?
aku ini sedang melangkah, memperbaiki tingkah, agar tak lagi jatuh kelubang salah.
Jika kamu bertanya apa harapanku?
aku akan ceritakan harapanku dalam syair seorang penyair.
"Ya Tuhan, berilah aku kesabaran dan kesanggupan, untuk ikhlas menerima apa yang tak dapat ku cegah"
" Ya Tuhan, berilah aku keberanian dan kekuatan, untuk mengubah apa yang dapat ku ubah"
" Ya Tuhan, pahamkanlah aku akan arti kearifan dan hidayah, supaya aku dapat membedakan keduanya"
Tafsirkanlah saja sesukamu, karena aku pun tak yakin kamu peduli dengan tafsir harapanku. seperti mengartikan cinta yang tak pernah sama tafsirannya untuk semua orang, bahkan Jalaludin Rumi mengatakan, cinta itu adalah samudra yang dalam tafsirnya, yg kita kenal hanya cangkangnya bukan isi seutuhnya.
ataupun syair rabbiah aladawiyah, "Dari mata mataku kulihat sesuatu, dari mata hatiku kulihat sesuatu, dari hati mataku kulihat sesuatu, dari hati hatiku kulihat sesuatu, dan sesuatu itu adalah aku."
Aku, kamu juga mereka memiliki tafsir berbeda tentang kehidupan, bagaimanapun itu, atau apapun itu, yang pasti orang yang meyukaimu tak peduli siapapun kamu, ia akan tetap menyukaimu. begitupula orang yang membencimu ta akan peduli bagaimanapun kamu, ia akan tetap membencimu. tak perlu kita menceritakan bagaimana kita, yang kita perlu adalah menunjukan bagaimana kita dengan akhalak dan ilmu, bukan untuk dipandang orang melainkan bukti iman kita sebagai hamba.

Komentar
Posting Komentar