Langsung ke konten utama

perkenalan

tepat pada hari ini, kamis tanggal 28 maret, adalah hari dimana awal kehidupanku dimulai, 23 tahun silam tepatnya tahun 96 disebuah ruangan yang dipenuhi hangatnya kasih sayang juga temaramnya lampu patromak dengan rasa syukur aku dilahirkan dan mulai menjajaki kaki ke dunia walaupun tanpa menggunakan sendal jepit.๐Ÿ˜… ada tangisan kecil waktu itu, berbenturan dan bergema dengan sahutan adzan dan raungan kucing2 kampung diwaktu subuh. dipelosok desa karang tengah.
setelah sekolah sampai tamat Sma dikampung. aku kemudian berniat mencari suasana baru, akhirnya dengan ijin pada orangtua ku, mulailah aku berangkat ke kota sukabumi dan memulai kuliah di Syamsul ulum, hingga lulus disana tahun 2018 dan karena takdir pula aku dipertemukan dengan orang2 baik, salah satunya teman2 komunitas perpus, awalnya karena dosen saya yang mengenalkan saya dengan perempuan hebat sekaligus wanita yang dicintainya(istri dosen, tahu karena beberapa kali bimbingan kerumah dosen sambil nunggu,๐Ÿ˜‚), sampai saya mengenal ibu nani, kemudian masih pula saya beruntung, dari bu nani saya mengenal banyak orang luar biasa dikelas audio visual, hingga menemukan stronger women bu iviet. masih karena jalan takdir juga sampai sekarang  saya masih berkesempatan berdomisili didekat kota, tepatnya di jalan selabintana km.6. ๐Ÿ™
orang sekitar saya sewaktu kecil memanggil saya ica, padahal nama asli mah Marissa, tapi karena teman digrup ini sudah ada yg panggilannya icha, teman2 disini bisa panggil saya marisa, atau risa atau mar' atau Raisa juga boleh biar kaya nama artis๐Ÿคฃ. sekarang karena sudah tdak belajar di sekolah HEHE.. maksudnya di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI Syamsul Ulum) berhubung udah wisuda, jadi tinggal dilingkungan asrama.
terimakasih, sekian perkenalan dari saya Raisa, eh' marisa maksudnya. salm kenal๐Ÿ™
#kmpprakelas1(kenalanunik)#ayomenulis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Season 8

CHAPTER 8 Air hangat ini kembali mengalir, bukan tangisan, bukan kelopak yang menjatuhkannya, "apa ini? aku terbangun dalam keheningan malam, ada handuk di atas kepala dan Bibi disampingku. ketika melihat sekeliling, "kemana ibu?" tanyaku. Bibi hanya mengulas senyuman wajah, "nona jangan khawatir, Istirahatlah dengan baik, demam Nona agak menurun sekarang, jangan terlalu banyak berpikir" ucap Bibi. "Sedih sekali tak kutemukan sosokmu ibu, aku hanya terdiam melihat bunga dalam vas itu telah layu sedikit demi sedikit, teriak batinku Yang Pilu mengalirkan air mata. Kenapa Ibu tak pernah datang? Ibu kembalilah aku merindukanmu. Kesunyian lain masih menyelimuti Cloud  yang sudah terdiam cukup lama, kali ini ia sedang berjuang keras, melawan kesedihan yang menerpanya agar tak terlihat oleh Rey. "Hari itu dia ukir banyak gambar, kau sudah melihatnya beberapa rey, dalam pagar itu. Cloud mulai tersendat bicara, sesekali ia berbalik menyeka air mat...

Hasbunallahu wa ni'mal wakil..

Hakikat dzikir hasbunallah wanikmal wakil nikmal Maula wanikman Nasir  Jika kita mengamalkan zikir ini, kegundahan hati yang tengah kita rasakan akan segera hilang. Jika dilaksanakan dengan Istiqomah penuh kesungguhan, setelah selesai salat fardhu usahakan membacanya minimal 100 kali. Jika kamu rajin salat malam, bacalah zikir tersebut disertai doa memohon pertolongan kepada Allah agar kegundahan hati bisa hilang secepatnya. Bacaan Ini mengandung arti "cukuplah Allah pelindung kami, dia sebaik-baik wakil yang kami dambakan Dan dia sebaik-baik penolong yang kami harapkan". Memiliki manfaat yang sangat dahsyat, tidak saja ketentraman hati serta luasnya Rizki tetapi juga bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta tawakal kita kepada Allah maka kita akan dianugerahi kesanggupan mengamati dan menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah Ketika konsisten membacanya, kualitas keimanan dan ketakwaan kita akan terus mengalami peningkatan. Tidak hanya percaya dalam lisan ...

Fatimah az-Zahra

Hal yang menjadikan hari "perpisahan"  Fatimah az-zahra adalah seorang yang menjadi ruh bagi Syair Rasulullah. Dalam menanggung kepedihan yang menindih begitu berat di atas punggung jiwanya, terlantunlah bait-bait puisi darinya. Di hari itu, terguncang seisi alam raya... Padam sudah cahaya mentari di siang hari... Seluruh peredaran waktu di masa awal dan akhir telah menghitam... Setelah Baginda Muhammad Al Mustofa wafat meninggalkan dunia  Hancur menjadi pasir yang menumpuk karena kedahsyatan goncangan kepedihan yang melanda Dan kini, biarlah seluruh penjuru kota di belahan Barat dan Timur menangis kepadanya  Biarlah seluruh penduduk kabilah mudar dan nyaman berduka nestapa  Namun apalah guna? Karena Perpisahan denganmu, tergambarlah sosok dirimu dalam linangan air mata Jerit sedih Fatimah hampir saja membuatnya lupa untuk menuturkan bagian bait dari puisinya Sedemikian musibah mengguyur diriku, Jika saja kepedihan...