Langsung ke konten utama

LAVA TOUR MERAPI

dok. lava Tour Merapi Kaliurang
Masih belum hilang dalam ingatan, bagaimana sedihnya kita ketika musibah meletusnya gunung berapi. Dari banyak nya korban jiwa, sampai kisah heroik sang kuncen mbah marijan yg bertahan dilereng gunung dan tidak menyelamatkan diri.

Banyak perkampungan hutan dan sumber kehidupan yg lenyap dikala itu, hnya menyisakan serpihan sisa. Januari 2019, aku berkesempatan mengunjungi termpat bersejarah itu, melihat dan mengenang kembali peristiwa hebat yg terjadi beberapa tahun silam, kali ini aku bersama dengan mas godek yg membawa kita mengelilingi bekas2 letusan merapi menggunakan jeep dikaliurang.

Jalan yang berliku menaiki lereng-lereng gunung, didukung pula dengan hujan deras selama perjalanan ini, untungnya jas hujan sudah dibawa. mas godek sepanjang perjalanan menceritakan tempat demi tempat yg kita lewati, yang menarik kami melewati satu perkampungan yg hilang, tanpa bekas, yang ada sekarang hutan belantara, naik semakin ke atas, mas godek lihai sekali naik turun cekungan yg berair dan terjal bebatuan yg membuat badan rasanya mau oleng locat keluar.

Selidik punya selidik mas godek ini ternyata salah satu korban selamat gunung merapi yg masih kerabat mbah marijan, beliau juga masih bersama mbah marijan di detik2 terakhir, semua keluarganya meninggal karena wedus gombel.

Diapun yg mempelopori masyarakat yg kehilangan harta benda untuk mengumpulkan puing2 yg ada untuk membuat musium dengan nama hartaku yg sangat sederhana, disamping museum ada satu rumah, yg dibangun untul menandai maqam wafatnya mbah marijan, disana kami diminta berdoa untuk almarhum.

Setelah kejadian yg membuat trauma, masyarakat yg pernah jadi korban dan yg tinggal disekitar merapi tidak terus2 menerus terpuruk, mreka bangkit kembali dengan menjadikan pengalaman pahit mereka menjadi objek pariwisata dan pengetahuan sejarah.

#kelasmenulisperpustakaan #KMPSMI1 #KMPday6#ayomenulis  (Week 2 => #KMPFEATURE)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Season 8

CHAPTER 8 Air hangat ini kembali mengalir, bukan tangisan, bukan kelopak yang menjatuhkannya, "apa ini? aku terbangun dalam keheningan malam, ada handuk di atas kepala dan Bibi disampingku. ketika melihat sekeliling, "kemana ibu?" tanyaku. Bibi hanya mengulas senyuman wajah, "nona jangan khawatir, Istirahatlah dengan baik, demam Nona agak menurun sekarang, jangan terlalu banyak berpikir" ucap Bibi. "Sedih sekali tak kutemukan sosokmu ibu, aku hanya terdiam melihat bunga dalam vas itu telah layu sedikit demi sedikit, teriak batinku Yang Pilu mengalirkan air mata. Kenapa Ibu tak pernah datang? Ibu kembalilah aku merindukanmu. Kesunyian lain masih menyelimuti Cloud  yang sudah terdiam cukup lama, kali ini ia sedang berjuang keras, melawan kesedihan yang menerpanya agar tak terlihat oleh Rey. "Hari itu dia ukir banyak gambar, kau sudah melihatnya beberapa rey, dalam pagar itu. Cloud mulai tersendat bicara, sesekali ia berbalik menyeka air mat...

Hasbunallahu wa ni'mal wakil..

Hakikat dzikir hasbunallah wanikmal wakil nikmal Maula wanikman Nasir  Jika kita mengamalkan zikir ini, kegundahan hati yang tengah kita rasakan akan segera hilang. Jika dilaksanakan dengan Istiqomah penuh kesungguhan, setelah selesai salat fardhu usahakan membacanya minimal 100 kali. Jika kamu rajin salat malam, bacalah zikir tersebut disertai doa memohon pertolongan kepada Allah agar kegundahan hati bisa hilang secepatnya. Bacaan Ini mengandung arti "cukuplah Allah pelindung kami, dia sebaik-baik wakil yang kami dambakan Dan dia sebaik-baik penolong yang kami harapkan". Memiliki manfaat yang sangat dahsyat, tidak saja ketentraman hati serta luasnya Rizki tetapi juga bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta tawakal kita kepada Allah maka kita akan dianugerahi kesanggupan mengamati dan menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah Ketika konsisten membacanya, kualitas keimanan dan ketakwaan kita akan terus mengalami peningkatan. Tidak hanya percaya dalam lisan ...

Fatimah az-Zahra

Hal yang menjadikan hari "perpisahan"  Fatimah az-zahra adalah seorang yang menjadi ruh bagi Syair Rasulullah. Dalam menanggung kepedihan yang menindih begitu berat di atas punggung jiwanya, terlantunlah bait-bait puisi darinya. Di hari itu, terguncang seisi alam raya... Padam sudah cahaya mentari di siang hari... Seluruh peredaran waktu di masa awal dan akhir telah menghitam... Setelah Baginda Muhammad Al Mustofa wafat meninggalkan dunia  Hancur menjadi pasir yang menumpuk karena kedahsyatan goncangan kepedihan yang melanda Dan kini, biarlah seluruh penjuru kota di belahan Barat dan Timur menangis kepadanya  Biarlah seluruh penduduk kabilah mudar dan nyaman berduka nestapa  Namun apalah guna? Karena Perpisahan denganmu, tergambarlah sosok dirimu dalam linangan air mata Jerit sedih Fatimah hampir saja membuatnya lupa untuk menuturkan bagian bait dari puisinya Sedemikian musibah mengguyur diriku, Jika saja kepedihan...