Langsung ke konten utama

PILIHAN

" pertemuan kita bukan lah karena takdir
tapi kamu yang memilih untuk tetap bersamaku.
dan aku yang memilih kamu, untuk menemaniku hingga akhir."

Sejak umur 14 tahun aku telah divonis memiliki kanker paru2, ya.. untuk anak sekecil itu, aku belum terlalu paham seberapa mengerikannya penyakit itu. yang aku pahami setelah vonis itu, orang tua ku menjadi sangat over protektif kepadaku. mereka begitu sedih, hal itu sangat terlihat jelas. dan semenjak itu pula aku harus pulang pergi menginap dirumah sakit.
sakhla... ayo sarapan sayang, bunda buatin soup ayam. (teriak bunda diruang makan)
iya bunda,, ku balas tetiakan bunda sambil berlari membawa tas keruang makan.
suapin bun, hehe.. ucapku. bunda hanya tersenyum. pulang sekolah langsung pulang ya, obatnya udah diminum?.
udah bun. tapi aku mau keperpus dulu ya. jadi pulang sore. ucapku. iya nak, jangan cape. hati2 dijalan honey. bunda melmbai padaku yg sudah berlari berangkat sekolah.

sore hari sepulang sekolah aku memang selalu berada diperpustakaan, menikmati waktu yang tenang sambil menulis atau sekedar membaca. hari ini aku tak sengaja tertidur cukup lama disudut ruangan perpustakaan, ku lihat jam, sudah pukul 5 sore, aku harus pulang, ayah dan bunda pasti khawatir. dengan tergesa2 ku bereskan buku kedalam tas dan berjalan cepat keluar perpustakaan.
hari yang melelahkan.. ucapku dalam hati.

hari ini aku kembali ke perpustakaan, bukan untuk menikmati waktu seperti biasa, aku kehilangan 1 buku yang penting. buku diaryku... tepatnya buku tentang catatan penyakitku. aku sangat was was dan khawatir, bagaimana kalau ada yg membacanya?. selama ini tak ada yg tahu, bahkan sahabatku sendiri ros.
mataku berkeliling mencari, sampai kurasa aku melihat buku itu, setengah berlari.. ketemu ucapku. seketika itu ketemu, aku menunjuk buku itu lalu meraihnya, tanpa sadar aku langsung mengambil buku diaryku ditangan seorang laki2 penjaga perpus.
"kamu pemiliknya?" suara itu meluncur datar, membuatku tersadar ada orang disana. ya ampun aku baru sadar disekolah ini ada yg sudah mengetahui penyakitku. dia alan teman sekelas ku yang pendiam, si penjaga perpus.
sssstttt.... ku isyaratkan dia agar bersuara pelan. " kamu, kenapa membaca buku orang." aku sangat kesal pada orang ini. dia hanya melihatku sekilas kemudian kembali membereskan buku. " maaf aku sangat suka membaca buku, dan aku tertarik pada buku itu, ku kira itu milik perpus" ucapnya.
begitulah, alan.. anak itu, baru pertama kali aku melihatnya bicara pada orang lain, selama ini dia selalu diam bahkan dikelaspun hanya berkata seperlunya dlam pelajaran, dan anehnya lagi, lumrahnya orang ketika mengetahui penyakitku, mereka memperlihatkan rasa iba dan simpati. sedangkan alan, anak ini dia berbeda. "kamu tidak terlihat seperti orang sakit" katanya.
begitulah awal pertemuanku dengan satu2nya orang yg mengetahui penyakit ini setelah ayah bunda. entah kenapa aku tertarik pdanya,semenjak itu, setiap sore aku kembali ke perpus, kali ini, untuk menemuinya, mengajaknya mengobrol, mengganggu nya merapikan buku, aku senag sangat senang sekali. akhirnya ada orang yg mengerahui penyakitku dan ttap memperlakukannku seperti biasa.
apa lagi yg mau kamu lakukan hari ini. ucap alan, masih tanpa ekspresi. dia akhirnya mau menggapi aku yg terus mengoceh mengajaknya berbicara semenjak pulang sekolah tadi.
alan, aku mau melakukan beberapa hal dihidupku yg terakhir kali. (kataku,tersenyyum) tapi itu harus sama kamu.
"aku tidak tertarik, ucapnya sambil memalingkan wajah. ajak saja teman2mu yg banyak itu." datar
"tidak bisa, harus kamu, mereka tdak tahu penyakitku, bahkan ros pun tdak tahu."
alan, cuma dengan dia aku bisa mengatakan dengan sangat ringan penyakitku, tanpa harus ku tutupi. rasanya lega, sangat lega. tapi alan tidak tertarik dengan apapun kecuali dunia bukunya, bahkan dia lebih tertarik seharian membaca buku dari pada menjalin pertemanan yg menurutnya tidak penting untuknya.
aku terus membujuknya, besok aku tunggu di statsiun alan, jam 07 pagi kita naik kereta. setelah itu aku tersenyum padanya sebelum pulang.

hembusan angin dan hangatnya mentari juga deburan ombak menemanuku pagi ini, yesss... tempat pertama yang ingin kudatangi adalah pantai. kami tentu saja akhirnya alan datang ke statsin menemuiku.. dia memutuskan untuk datang. " kamu, kenapa tidak memberitahu ros,? kata alan. ku tatap alan yg mulai tertarik dengan pentmyakitku.
ah.. ros, tak bisa. walaupun dia terlihat kuat, hatinya rapuh. aku tak mau menjadi beban untuknya. dia pasti akan selalu khawatir padaku. hehe..
kamu tahu alan, ros itu sangat baik, aku harap kamu nanti bisa berteman dengannya kalau aku ga ada.
alan seperti biasa berkata, " aku tidak tertarik "
hari itu aku menghabiskan waktu dipantai bersama alan, berlari, tertawa, juga mengganggunya hal yg menyenangkan.
aku kelelahan, setelah kepantai bersama alan dihari minggu, aku harus dirawat dirumah sakit selama seminggu. ku kirimkan pesan pada alan.
me: aku tidak bisa keperpus seminggu ini, sedih banget." chatku
alan: kamu dimna?
me : diRumah sakit harapan kasih nginep. wkwkwk
alan : baik2 aja? ros tahu? kamu bilang apa ke dia.
me: sehat dong, ros ga tau, aku bilang tipes aja. kecapean. bosen, aku pengem keluar sama kamu.
alan: kemana? udah boleh keluar.
me : malem ini aku mau keluar, kamu temenin. ayah bunda lagi kerja hari ini ga ke RS. Aku tunggu.
ku matikan ponsel, tak mau menerima balasan alan. aku yakin dia akan datang.
seminggu sudah aku selalu ditempat tidur, pegel juga (kataku) aku akhirnya trun dari kasur dan menari sambil bernyanyi diruangan vip rumah sakit smbil melihat jendela keluar sekedar menghibur diri . saking asiknya menari, ternyata aku baru tahu bahwa alan masuk keruangan melihatku seperti itu.. ahh... aku teriak seketika, sambil loncat ke kasur tarij selimut menutupi wajah. " ahh, memalukan. kapan kamu datang.? ucapku. kamu yg suruh datang, baik2 aja? katanya. ku lihat wajahnya pelan, sambil mengangguk. sakhla aku ingin bertanya padamu, kata alan. apa? kamu selalu serius ah... aku merajuk. kita main aja ya... aku bosen, pegel tidur terus. alan masih terlihat biasa, baiklah katanya, kalau aku menang kamu harus menjawab pertanyaanku, ucap alan. oke, kataku  tapi kalau aku nanti menang kamu harus ikut perintahku,apapun itu. permainan pertama alan menang, apa eryanyaanmu kata sakhla, " apa arti hidup untukmu?" tuh kan ga seru pertanyaannya serius ih, hemm.. oke2. hidup menurutku ketika kita bisa membuat kebahagian dengan orang2 yang dikasihi dengan waktu yang kita miliki. coba kamu liat dibalik jendela itu, ditaman rumah sakit, orangtua dengan anaknya, tuan dan peliharaannya, anak2yg bermain disana, mereka membuat kebahagian bersama, apa kamu tidak tertarik mlihat kenapa mereka bisa tersenyum begitu, syukuri waktu yg kita punya, dan bahagialah. alan meliat wajah sakhla begitu sendu. kamu kata alan orang yg aneh. aku ingin mencoba sesuatu kata sakhla. lalu ku peluk alan yg sedang berdiri disampingku. aku rindu alan, rindu sekolah, ku mohon sebentar, aku mau tau rasanya dipeluk, walau kamu bukan orang kucintai. aku akn membayngkan memeluk orang yg kucintai. alan benar2 diam mengikutiku permintaanku bebrapa waktu.
malem ini aku mau melihat kembang api alan. ku lepaskan pelukan padanya.
kapan kamu keluar dari rumah sakit? kata alan.
sakhla: "minggu depan aku udh sekolah lagi ko, dibelakang rumah sakit ada bukit, kita kesana oke. ga boleh ketahuan perawat. nanti kita ga diijinin ke belakang.
alan hanya mengikutiku tanpa banyak tanya, dana khirnya kita sampai diatas bukit.
kamu harusnya tidak boleh melakukan ini  kata alan.
aku sakit alan, entah kapan lagi aku bisa liat ini, malem ini aku mau liat kembang api, dan keinginan terakhirku, aku ingin merasakan dicintai, tapi aku rasa sulit untuk ini. aku menatap lagit yg masih gelap.
tetiba saja alan memeluku, kamu harus kembali sehat, karena aku sangat peduli padamu la..
tetimaksih alan, sudah mau menjadi sahabatku, kamu begitu baik, walaupun diakhir hidupku, kamu membuatku sangat bahagia. aku tak akan berbohong padamu. dokter sudah mengatakan kanker ini sekarang sudah eemakin menyebar. kapan saja aku haru siap mati alan. kali itu aku terisak, tak ada senyuman pura2 kuat fan tabah. aku menangus didepannya.
setelah malam itu, alan mulai memikirkan perkataan sakhla untuk belajar berteman, di mulai mencoba menjawab obrolan teman2nya dikelas. "berteman ternyata menarik juga" katanya.
sakhla sedikit demi sedikit membuat alan menyadari betapa pentingnya dan menariknya menjalin komunikasi. tanpa ia sadari sendiri. malam itu ketika alan dirumah, dia mengirim pesan pada sakhla.
alan: aku ingin memakan paru2mu (penyakit). agar kamu segera kembali ke sekolah seperti biasa. tahun depan kita lulus bersama.
pesan itu terkirim. keesokan harinya alan belum menerima balasan, pesannya pun belum sempat terbaca. dia sedikit penasaran, aneh rasanya dia tak ribut membalas pesanku pikirnya.

hari itu tanggal 14 april 2019, ditengah hujan deras yang mengguyur kota, pesan itu sampai, bukan balasan melainkan kabar duka, sakhla gadis ceria itu diumur ke 17nya meninggal dunia. dihari kematiannya banyak orang berduka dan bertajiyah kecuali alan, ia sangat terpukul, buth waktu 1 minggu untuknya kembali ke sekolah. untuk menguatkan hatinya.
aku harus mengiklaskannya dan berpamitan dengan cara yg benar, pikir alan. hari itu tepat swminggu setelah kematian sakhla, dia memutuskan untuk datang kerumah duka, memberi salam terakhir. selama ini bukan cuma saklha yg membutuhkannya, karena pertemanan singkat itu, dia mulai menyadari bahwa dirinya memhutuhkan teman sepeti sakhla yg membuatnya banyak berubah.
dirumah sakhla, masih terlihat banyak karangan bunga, tampak rumah itu sangat berduka. alan menemui ibu sakhlauntuk meminta maaf karena tudak datang dihari kematian sakhla, ia memohon ijin pergi ke rumah abadi sakhla, diceritakanlah bahwa ia tahu penyakit yg diderita sakhla. ibu nya sangat terkejut.
" akhirnya kamu datang nak,, ternyata kamu orangnya, sakhla menitipkan sebuah buku untukmu, dia bilang nanti kalau dia meninggal akan ada orang yg tau penyakitnya, tapi orangnya tdak akan dtang waktu dia meninggal, karena pemalu. tapi dia pasti datang katanya. kami hampir putus asa mencari kamu nak, karena itu wasiat terakhirnya. terimakasih sudah membuatnya bahagia. terimakasih.
alan menangis sejadi2nya disana. maafkan alan tante, maafkan. buku itu, buku yang dijanjikan sakhla, buku tentang catatan penyakitnya, selama ini dia menuliskan semua kesedihan, kebahagian, kesepian ketakutan dan semua gejala yg harus dihadapinya semenjak sakit. ia hanya berusaha tabah dan selalu ceria untuk mengobati ketakutannya dan ke khawatiran orang tuanya. catatan terakhir di buku itu, tulisan tangan itu berhenti di beberapa kalimat pendek untuk alan:
" alan, pertemuan kita bukanlah takdir
pertemuan kita bukan lah karena takdir
tapi kamu yang memilih untuk tetap bersamaku.
dan aku yang memilih kamu, untuk menemaniku hingga akhir."

Komentar

  1. Huaaaa...... 😭😭😭😭
    Teh marisa mah tega ikhhhh....

    BalasHapus
  2. 😅😅😅 belum sebagus teh ica, gaya bahasanya. masih rancu kata2nya juga wkwkwj

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Season 12

CHAPTER 12 Matahari hangat yang tak pernah kulihat, gumam cyle "kini aku merasa Ayah merindukan ku, walau kami tak pernah saling menyapa tapi ia terasa dekat padaku, takdir kami tak berjumpa untuk saat ini. tapi, kurasakan ia selalu mengingatku. Cyle harus terbaring di ruangan itu sambil menunggu, tidak parah penyakitnya sebenarnya, Tapi karena rindu, penyakit itu bertambah semakin buruk, yang ia perlukan energi dalam hidupnya.  Rasa lapar berubah menjadi rindu yang menggantikan, dia sering bercerita sendiri, tubuhnya yang lemah semakin lama, hidup nya pergi dan belum kembali. Untuk berlari mengejar ia tak mampu, sekedar mengangkat tangan saja tak bisa. matanya berkedip menerawang " Manakah yang lebih baik, hari ini tetap hidup atau dia juga harus pergi tanpa dikenal orang, tanpa diketahui.  "Apa Ayah juga sudah tiada? Cyle bergumam." Akankah Kalau engkau memang di surga dan waktuku sudah sedikit, Maukah engkau menjemputku ketika itu?" agar aku tahu,...

Season 8

CHAPTER 8 Air hangat ini kembali mengalir, bukan tangisan, bukan kelopak yang menjatuhkannya, "apa ini? aku terbangun dalam keheningan malam, ada handuk di atas kepala dan Bibi disampingku. ketika melihat sekeliling, "kemana ibu?" tanyaku. Bibi hanya mengulas senyuman wajah, "nona jangan khawatir, Istirahatlah dengan baik, demam Nona agak menurun sekarang, jangan terlalu banyak berpikir" ucap Bibi. "Sedih sekali tak kutemukan sosokmu ibu, aku hanya terdiam melihat bunga dalam vas itu telah layu sedikit demi sedikit, teriak batinku Yang Pilu mengalirkan air mata. Kenapa Ibu tak pernah datang? Ibu kembalilah aku merindukanmu. Kesunyian lain masih menyelimuti Cloud  yang sudah terdiam cukup lama, kali ini ia sedang berjuang keras, melawan kesedihan yang menerpanya agar tak terlihat oleh Rey. "Hari itu dia ukir banyak gambar, kau sudah melihatnya beberapa rey, dalam pagar itu. Cloud mulai tersendat bicara, sesekali ia berbalik menyeka air mat...

KATA KATA HIKMAH

ABU BAKAR : 1. Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu. 2. Semoga aku menjadi pohon yang ditebang kemudian digunakan. 3. Dia berkata kepada para sahabat,”Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!” UMAR BIN KHATTAB : 1. Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti. 2. Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki. 3. Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan...