Langsung ke konten utama

season 9

CHAPTER 9

Di tempat lain di sudut kota kecil itu, terdapat pendopo dari bambu, dibawahnya dikelilingi sungai tenang dengan batuan warna didalamnya, airnya yang jernih membuat ikan-ikan dapat terlihat jelas berlarian. Didekatnya, ada jalan yang mungil dalam hamparan batu untuk pijakan, yang begitu tertata unik dan eksotik. 

Pendopo kecil itu, terdapat di tengah Taman rumput yang hijau, bunga-bunga berjajar rapi di setiap sudutnya, ada kolam air kecil dengan bambu yang mengalirkan air bergiliran, seperti jungkat-jungkit di bawah kaki Gunung Gede (besar-b.sunda). rincikan suara itu menyenangkan hati.

Di taman itu ada seseorang, ia terkapar pilu diatas gundukan tanah berumput hijau dengan batu yang tertancap ditanah, lelaki kurus itu nampak berantakan, Ia hanya melihat kosong, terdiam, ambruk di tempat itu. sesekali Ia seperti bercerita, kemudian ia tertawa lalu beberapa detik menangis, wajah penuh kesedihan, pilu dengan berbagai ungkapan.

Kami masih dalam keadaan sama, Rey dan Cloud terdiam. Tak lama Rey bersuara, "Apa ada sesuatu setelah kepergian ayahmu?" Cloud berpikir sejenak, "ya.. ada, Setelah ukiran-ukiran itu selesai, Ia seperti kebingungan dan pergi ke ruangannya. tapi aku tak tahu yang ia lakukan, tertutup rapat ruangan besar itu dengan kunci dan gembok rantai. 

"Rey yang ku ingat , ayah tiba-tiba berubah, kembali dia seperti dulu membelai kepalaku dengan tersenyum, lalu mencium keningku menuntunku tidur. Saat itu mataku terpejam dengan sendirinya, bahagia ayah kembali seperti dulu, tapi itu hanya sesaat, esok paginya, saat mataku terbuka ia menghilang dan Aku hanya menemukan ini, sambil menunjukkan sebuah kertas putih yang masih rapi,  isinya;

"CloudKu sayang bersabarlah, Cepatlah dewasa, tinggallah di rumah kita dengan bahagia. waktu yang bergulir membuat kita serahkan, jangan tersesat oleh kebahagiaan semu anakku. kamu hebat! lebih baik dariku, menurutlah kepada paman yang mengurus rumah kita, Ayah takkan pergi lama. aku akan mencari ibumu, Jangan tunggu aku kembali anakku. setelah mengerti, kami akan tinggal di sana menyusun kebahagiaan. aku tak bisa memberitahumu disini, orang itu akan tahu, ia dapat membunuhmu. carilah sendiri dalam setiap lukisan dan ukiran rumah kita, aku yakin kau akan faham sayang,kami akan menunggumu Cloud."

Next to season 10.

Komentar

  1. Wahhh keren kk, penasaran nih cerita selanjutnya,. Semangat ❤️

    BalasHapus
  2. Cakep deeeh, jadi penasaran episode selanjutnya. Ditunggu yaa...

    BalasHapus
  3. Penasaran ... akan bagaimana kelanjutannya nih.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Season 8

CHAPTER 8 Air hangat ini kembali mengalir, bukan tangisan, bukan kelopak yang menjatuhkannya, "apa ini? aku terbangun dalam keheningan malam, ada handuk di atas kepala dan Bibi disampingku. ketika melihat sekeliling, "kemana ibu?" tanyaku. Bibi hanya mengulas senyuman wajah, "nona jangan khawatir, Istirahatlah dengan baik, demam Nona agak menurun sekarang, jangan terlalu banyak berpikir" ucap Bibi. "Sedih sekali tak kutemukan sosokmu ibu, aku hanya terdiam melihat bunga dalam vas itu telah layu sedikit demi sedikit, teriak batinku Yang Pilu mengalirkan air mata. Kenapa Ibu tak pernah datang? Ibu kembalilah aku merindukanmu. Kesunyian lain masih menyelimuti Cloud  yang sudah terdiam cukup lama, kali ini ia sedang berjuang keras, melawan kesedihan yang menerpanya agar tak terlihat oleh Rey. "Hari itu dia ukir banyak gambar, kau sudah melihatnya beberapa rey, dalam pagar itu. Cloud mulai tersendat bicara, sesekali ia berbalik menyeka air mat...

Hasbunallahu wa ni'mal wakil..

Hakikat dzikir hasbunallah wanikmal wakil nikmal Maula wanikman Nasir  Jika kita mengamalkan zikir ini, kegundahan hati yang tengah kita rasakan akan segera hilang. Jika dilaksanakan dengan Istiqomah penuh kesungguhan, setelah selesai salat fardhu usahakan membacanya minimal 100 kali. Jika kamu rajin salat malam, bacalah zikir tersebut disertai doa memohon pertolongan kepada Allah agar kegundahan hati bisa hilang secepatnya. Bacaan Ini mengandung arti "cukuplah Allah pelindung kami, dia sebaik-baik wakil yang kami dambakan Dan dia sebaik-baik penolong yang kami harapkan". Memiliki manfaat yang sangat dahsyat, tidak saja ketentraman hati serta luasnya Rizki tetapi juga bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta tawakal kita kepada Allah maka kita akan dianugerahi kesanggupan mengamati dan menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah Ketika konsisten membacanya, kualitas keimanan dan ketakwaan kita akan terus mengalami peningkatan. Tidak hanya percaya dalam lisan ...

Fatimah az-Zahra

Hal yang menjadikan hari "perpisahan"  Fatimah az-zahra adalah seorang yang menjadi ruh bagi Syair Rasulullah. Dalam menanggung kepedihan yang menindih begitu berat di atas punggung jiwanya, terlantunlah bait-bait puisi darinya. Di hari itu, terguncang seisi alam raya... Padam sudah cahaya mentari di siang hari... Seluruh peredaran waktu di masa awal dan akhir telah menghitam... Setelah Baginda Muhammad Al Mustofa wafat meninggalkan dunia  Hancur menjadi pasir yang menumpuk karena kedahsyatan goncangan kepedihan yang melanda Dan kini, biarlah seluruh penjuru kota di belahan Barat dan Timur menangis kepadanya  Biarlah seluruh penduduk kabilah mudar dan nyaman berduka nestapa  Namun apalah guna? Karena Perpisahan denganmu, tergambarlah sosok dirimu dalam linangan air mata Jerit sedih Fatimah hampir saja membuatnya lupa untuk menuturkan bagian bait dari puisinya Sedemikian musibah mengguyur diriku, Jika saja kepedihan...